Nasional

Kemiskinan Masih Jadi Tantangan Bangsa

Salah satu kawasan kumuh di Indonesia. (net)

PRO BINTAN – Gerakan Suluh Bangsa yang digawangi Mahfud MD dan sejumlah tokoh lainnya Jumat petang (18/10) bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla. Pada pertemuan tersebut, Mahfud MD menyampaikan ucapan terima kasih atas jasa-jasa Wapres JK selama mendampingi Presiden Joko Widodo.

Selain itu Mahfud mengungkapkan dalam pertemuan tertutup tersebut, Wapres JK memberikan sejumlah nasihat. “Tadi kami minta nasihat-nasihat apa sih masalah kita ke depan berdasarkan catatan Pak JK,” katanya.

Mahfud menuturkan tantangan utama ke depan masih soal kemiskinan. Masalah ketimpangan dan kemiskinan dari waktu ke waktu sudah berkurang. Namun tetap menjadi masalah.

“Ada juga masalah politik,” tuturnya. Menurut Mahfud, masalah politik bisa berubah-ubah. Sekarang bisa begini, besok begitu, dan seterusnya. Namun Mahfud menuturkan masalah politik tersebut tidak usah terlalu dirisaukan. Mahfud menuturkan masalah politik itu bisa menjadi masalah ketika terjadi di tingkat horizontal. Bukan di tingkat elit politiknya.

Dia menuturkan konflik horizontal tersebut bisa menjadi masalah serius jika bertemu dengan persoalan ekonomi. “Kalau masalah politik dan masalah ekonim bertemu, menurut Pak JK, sejarahnya tidak pernah ada yang bisa menyelsaikan dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu dalam pertemuan dengan JK juga dibahas persoalan terkini seperti kasus Papua dan UU tentang KPK. Menurut Mahfud persoalan UU KPK selama ini dikaitkan dengan penguatan atau pelemahan lembaga anti rasuah itu. Mahfud menuturkan perbedaan padangan soal UU KPK itu saat ini diselesaikan dengan jalan konstitusional. “Insyallah (hasilnya, Red) bisa diterima oleh kita semua,” katanya.

Sebelum meninggalkan tempat, Mahfud sempat disinggung soal peluangnya masuk kabinet. “Bukan urusan kita. Itu urusan istana. Ndak boleh kita masuk ke situ,” katanya. Terkait namanya yang digadang-gadang menjadi Jaksa Agung, Mahfud mengatakan belum mendengarnya. (wan)