Peristiwa

Mayat Mengapung di Pelabuhan Kijang, Ternyata Abeng Pemilik Kapal

Korban saat dievakuasi setelah ditemukan tewas mengapung di bawah dermaga Pelabuhan Sri Kolak, Kijang, Senin (21/10) pagi. F.Polsek Bintan Timur untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Abeng, 45, pemilik kapal kayu KM Mega Pelita, ditemukan meninggal dalam kondisi mengapung di perairan Pelabuhan Sei Kolak, jalan Sribayintan Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Senin (21/10) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban merupakan warga Sungai Pulai, Tanjungpinang Timur sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang.

Korban ditemukan pertama kali oleh Sekuriti Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang, Nasiruddin, 24.

Saat itu, dirinya sedang melaksanakan patroli rutin ke dermaga pelabuhan dan terkejut melihat korban dalam kondisi mengapung di bawah dermaga jeti pelabuhan Sei Kolak, Kijang.

Seraya berteriak, dirinya memanggil dua orang pekerja bongkar muat di pelabuhan bernama Saipul, 29, dan Sulis.

Kepada keduanya, ia memberitahukan ada mayat terapung di bawah kapal.

Mendengar kejadian itu, sejumlah pekerja bongkar muat mendekat ke lokasi kejadian dan bersama-sama melakukan evakuasi terhadap korban.

Para pekerja berusaha menarik tubuh korban yang sudah dikaitkan dengan tali kapal.

Setelah ditarik ke atas, korban dibaringkan di marka dermaga.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Novel mengatakan, informasi penemuan mayat dilaporkan sekuriti ke Polsek Bintan Timur.

“Kita langsung ke lokasi kejadian, saat itu,” kata ia.

Sekitar pukul 09.00 WIB, korban dibawa dengan ambulans ke RSUD Kepri di Tanjungpinang.

Dari hasil visum, ia mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Namun demikian, menurut saksi yang telah dimintai keterangan bahwa korban diduga terpeleset sebelum jatuh ke laut.

“Dugaan sementara korban terjatuh karena sakit,” kata ia menambahkan keluarga telah menerima kejadian ini dan akan memakamkan di Bengkalis, Riau. (met)