Metro Bintan

UMK Bintan Diprediksi Naik Menjadi Rp 3,6 Juta

Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat. F.Slamet Nofasusanto / Batam

PRO BINTAN – Kendati pembahasan besaran upah minimum kabupaten (UMK) Bintan belum dilaksanakan, namun besaran angka UMK Bintan sudah bisa dihitung. Diprediksi UMK Bintan tahun 2020 akan mengalami kenaikan sekitar 8,51 persen dari sekitar Rp 3,3 juta menjadi sekitar Rp 3,6 juta.

Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat mengatakan, pembahasan UMK Bintan belum dilakukan karena Disnaker Bintan masih menunggu surat edaran dari gubernur.

“Insya Allah dalam minggu ini kita akan mulai agendakan sambil menunggu surat gubernur,” kata ia, Minggu (20/10).

Diakuinya surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan telah diterbitkan, dan telah disampaikan ke pemerintah provinsi namun belum ditembuskan ke pemerintah kabupaten kota.

Setelah menerima surat dari gubernur, Disnaker Bintan akan mengundang Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia untuk memaparkan tingkat inflasi dan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk menentukan umk di Bintan.

Aktivitas industri di salah satu perusahaan yang ada di Kawasan Industri Bintan, Lobam. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Setelah itu, Disnaker Bintan akan melaksanakan rapat koordinasi dengan Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Bintan terdiri pengusaha, serikat pekerja dan pemerintah.

Kendati demikian, ia mengatakan, UMK Bintan diprediksi akan mengalami kenaikan sekitar 8,51 persen.

“Prediksi kenaikan sekitaran 8 persen. Prediksinya UMK Bintan dari Rp 3,3 juta menjadi Rp 3,6 juta,” kata ia meski demikian menunggu hasil penetapan DPK Bintan.

Dimana, hasil UMK Bintan yang disepakati DPK Bintan akan diusulkan ke gubernur melalui bupati.

“Kalau sudah keluar surat edaran gubernur, kita langsung gas. Biar cepat selesai pembahasan dan hasilnya diserahkan ke gubernur melalui bupati,” kata ia. (met)