Peristiwa

Selundupkan Handphone ke Dalam Lapas, Kakak Beradik Diamankan 

Kalapas Klas IIA Khusus Narkotika Tanjungpinang, Misbahuddin menunjukkan bungkusan handphone yang diselundupkan ke dalam Lapas, Selasa (22/10). F.Lapas Klas IIA Tanjungpinang untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Kakak beradik berinisial RT, 34, dan SS, 23, diamankan karena menyelundupkan belasan handphone dan powerbank ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA khusus Narkotika Tanjungpinang yang berada di Kampung Banjar, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan pada Selasa (22/10) sekitar pukul 05.00 WIB. Dua orang warga Tanjungpinang ini telah diserahkan ke kepolisian.

Kepala Lapas Klas IIA khusus Narkotika Tanjungpinang, Misbahuddin membenarkan petugas Lapas telah mengamankan dua orang pelaku yang menyelundupan handphone ke dalam Lapas.

“Aksi mereka sudah dilakukan beberapa bulan terakhir. Kita pun telah mencurigai sejak awal,” kata ia melalui sambungan selular, Selasa (22/10).

Berdasarkan keterangan pelaku, kata ia, mereka mulai beraksi sekitar pukul 02.00 WIB. Kedua pelaku membungkus handphone ke dalam plastik berwarna hitam, kemudian dikat dengan karet dan lakban yang juga berwarna hitam.

Handphone yang telah dibungkus dikasih pemberat dan mereka menggunakan senar untuk melempar handphone ke dalam Lapas.

“Dilempar ke dalam dengan benda semacam ketapel,” kata ia.

Ia mengatakan, handphone yang dilempar sudah ada orang yang mengambilnya.

“Sebelum beraksi, mereka sudah koordinasi dengan napi di dalam,” kata ia.

Berdasarkan keterangan keduanya, menurut ia, mereka diupah sekitar Rp 200 hingga Rp 300 ribu per handphone. Pemesannya diantaranya dari keluarga narapidana.

Bagaimana keduanya diamankan? Ia menjelaskan karena gerak gerik keduanya dicurigai oleh petugas yang berjaga di sana. Akhirnya petugas Lapas menangkap keduanya dan setelah digeledah di dalam Lapas ditemukan beberapa unit handphone yang sudah dimasukkan keduanya.

Dengan diamankan kedua pelaku, ia mengatakan, menjawab sudah kabar dari mana handphone masuk ke dalam Lapas. Ternyata dari kedua pelaku.

“Si RT ini baru bebas Oktober tahun lalu, dulu dia warga binaan di sini,” kata ia.

Kasus ini telah diserahkan ke pihak kepolisian. “Kita serahkan ke polisi,” kata ia singkat. (met)