Ragam

Garuda Bakal Jadi Pioneer Angkut Kargo Pakai Drone

ilustrasi

PRO BINTAN – Pesawat tanpa awak atau drone bukan lagi sekadar pemuas hobi.  Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ini sudah dilirik berbagai sektor, termasuk angkutan kargo. Aturannya pun tengah dikebut untuk bisa memfasilitasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B Pramesti menjelaskan, regulasi yang mengatur penggunaan drone di ruang udara Indonesia sejatinya sudah ada. Regulasi itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 180 Tahun 2015 tentang pengendalian pengoperasian sistem pesawat udara tanpa awak di ruang udara yang dilayani Indonesia dan CASR part 107 small unmanned aircraft system.

Namun, diakuinya, peraturan tersebut perlu direfresh guna menjawab perkembangan penggunaan drone saat ini. Seperti diketahui, drone kini tak hanya untuk hobi. Tapi juga angkutan kargo, penumpang, bahkan sebagai senjata.

“Kalau dulu drone hanya untuk hobi dan fotografi, sekarang fungsinya sudah berkembang. Meluas,” katanya.

Nah, dalam regulasi baru nanti, bakal didetilkan lagi hal-hal yang berkaitan dengan operasional drone ini. Seperti sertifikasi bagi para penggunanya, kapasitas muatan, hingga zona operasi. Ditargetkan, aturan rampung akhir tahun ini.

“Sudah direview, hanya memang ada peninjauan kembali. Paling lambat tahun ini kita sudah punya regulasi yang baik,” ungkapnya.

Aturan baru ini pun sudah ditunggu-tunggu oleh PT Garuda Indonesia (Persero). Perusahaan plat merah ini sudah menyiapkan strategi pengiriman barang kargo menggunakan drone.

Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Muhammad Iqbal menuturkan, rencana pengoperasionalan angkutan kargo drone sebetulnya sudah diwacanakan sejak Mei 2019. Bahkan, untuk menunjukkan keseriusannya, Garuda sudah memesan sekitar 150 drone untuk angkutan kargonya nanti.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengak Kemenhub. Dalam waktu dekat, Garuda bersama Kemenhub berencana melakukan ujicoba drone untuk kargo di sejumlah wilayah. Garuda sudah menyiapkan dua unit UAV berjenis Beihang BZK-005 untuk proses ujicoba nanti. Pesawat tersebut diklaim bisa terbang sampai 1200 kilometer dengan waktu terbang minimal 4 jam.

“Trial plannya Januari 2020 dengan rencana operasinya 2021,” ungkapnya.

Rencananya, ada beberapa lokasi yang dijadikan wilayah percobaan. Diantaramya, Aceh, Sulawesi, Maluku, dan Kalimantan. Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut memiliki potensi tinggi untuk pasar kargo. Namun masih minim fasilitas pengangkutan. Sehingga, sangat cocok untuk dimasuki angkutan kargo drone. Diharapkan, dengan operasional kargo drone ini, biaya logistik bisa ditekan hingga 30 persen. (mia)