Nasional

KPK Tandai Beberapa Menteri Baru Jokowi

Juru bicara KPK, Febri Diansyah. (JP)

PRO BINTAN – Nama-nama menteri yang diperkenalkan berpotensi bermasalah. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut beberapa tokoh yang dipanggil Jokowi dua hari terakhir pernah diperiksa lembaganya untuk sejumlah perkara rasuah yang terpisah.

Namun, dia tidak mau menyebut satu persatu siapa saja nama-nama calon menteri yang pernah berurusan dengan KPK tersebut. ”Saya kira itu sudah terbuka ya informasinya,” ujarnya.

Febri hanya menjelaskan nama-nama yang dipanggil Jokowi itu diperiksa sebagai saksi untuk sejumlah perkara. Seperti kasus suap terhadap ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, gratifikasi Sekjen ESDM, suap dan gratifikasi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, hingga kasus korupsi penyelenggaraan haji.

Berdasar penelusuran, calon menteri yang diduga terseret kasus suap Akil Mochtar itu merujuk pada nama Zainuddin Amali. Keterkaitan itu bahkan sempat terungkap di persidangan Akil. Zainuddin dan Akil disebut pernah berkomunikasi tentang sengketa pilkada Jawa Timur lewat media sosial Blackberry Messenger (BBM) pada 1-2 Oktober 2013.

Akil sempat meminta uang Rp 10 miliar untuk pengkondisian hasil sengketa itu. Keduanya sepakat melakukan pertemuan. Namun, pertemuan urung terealisasi lantaran Akil lebih dulu diciduk KPK pada 3 Oktober 2013. Selain kasus itu, Zainuddin juga muncul dalam perkara suap Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno pada 2014. KPK sempat menggeledah rumah Zainuddin waktu itu.

Selain Zainuddin, nama-nama tokoh lain yang pernah berurusan dengan KPK adalah Ida Fauziah. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pernah diperiksa KPK pada Agustus 2014 untuk perkara korupsi penyelenggaraan haji di 2012-2013 di Kementerian Agama (Kemenag). Ida kala itu menjabat ketua Komisi VIII DPR (selengkapnya lihat grafis)

Terkait nama-nama yang pernah berurusan dengan KPK, Febri enggan menanggapi lebih dalam. Namun dia menegaskan beberapa nama memang pernah dimintai keterangan di penyidikan hingga dipanggil sebagai saksi di persidangan. ”Bahkan ada yang pernah masuk di komunikasi tersangka yang diperdengarkan di persidangan,” paparnya. ”Namun mereka memang baru diperiksa sebagai saksi,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Ida Fauziyah membantah dirinya memiliki kasus hukum dengan KPK. Diakuinya, pada tahun 2014 lalu dirinya pernah diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji tahun 2012-2013. Namun, dia kapasitasnya hanya sebagai saksi.

“Saya sebagai ketua komisi. Saya hanya diminta penjelasan tentang peran ketua komisi terkait pengelolaan anggaran haji,” ujarnya. Dengan demikian, Ida mengklaim dirinya sudah terbebas dari kasus hukum.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah menerapkan sistem kehati-hatian dalam pemilihan kabinet. Dalam proses dicoretnya Bupati Minahasa Selatan Christyani Eugenia Paruntu misalnya, kasus hukum menjadi pertimbangan. Meski belum terbukti, namun presiden tidak mau ambil resiko.

“Jadi pak presiden tetap menginginkan supaya siapapun calon menteri yang terlibat di dalam kabinet kedua ini, semuanya mudahan Insya Allah bersih,” ujarnya.

Lalu apa ukurannya seorang calon menteri yang disangkutkan dengan KPK dinyatakan lolos? Fadjroel mengatakan, presiden memiliki tim yang melakukan kajian terhadap kasusnya. “Secara khusus itu pertimbangan yang diberikan oleh tim yang dibentuk presiden,” kata pria yang juga Komisaris Utama PT Adhy Karya tersebut. (tyo/far)

 

CALON MENTERI DI PUSARAN KORUPSI

Ida Fauziah

Pernah diperiksa sebagai saksi pada Agustus 2014 untuk perkara korupsi penyelenggaraan haji 2012-2013. Ida menjabat ketua komisi VIII DPR waktu itu

 

Zainuddin Amali

Diperiksa sebagai saksi pada Januari 2014 terkait kasus korupsi di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Zainuddin menjabat anggota DPR kala itu

 

Yasonna H Laoly

Diperiksa beberapa kali sebagai saksi terkait kasus korupsi e-KTP. Dalam dakwaan jaksa KPK, Yasonna diduga menerima USD 84 ribu saat menjabat anggota DPR

 

Abdul Halim Iskandar

Pada Juli 2018 diperiksa sebagai saksi terkait perkara dugaan gratifikasi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman

 

Budi Karya Sumadi

Diperiksa sebagai saksi pada Oktober 2017 terkait kasus suap perizinan dan pengadaan proyek-proyek di Ditjen Perhubungan Laut

 

Airlangga Hartarto

Beberapa kali disebut dalam kasus suap pembangunan PLTU Riau 1.

 

Sri Mulyani

Pernah diperiksa sebagai saksi untuk perkara korupsi penyelamatan Bank Century

 

Basuki Hadimuljono

Mei 2018 pernah dimintai keterangan untuk perkara suap proyek jalan di Kementerian PUPR

 

Christiany Eugenia Tetty Paruntu

Pernah bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Oktober 2019 untuk terdakwa Bowo Sidik Pangarso. Tetty dimintai keterangan soal pemberian gratifikasi untuk Bowo terkait revitalisasi pasar di Kabupaten Minahasa Selatan

 

Tito Karnavian

Nama Tito muncul dalam skandal “Buku Merah” yang ditangani KPK

 

Sumber: diolah dari berbagai sumber