Peristiwa

Honorer Desa Ekang Anculai Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat Sabuk Kempo

Disinyalir Bunuh Diri Karena Permasalahan Asmara

Rumah duka di Balai Rejo, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong digegerkan penemuan mayat pada Jumat (25/10) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Warga Balai Rejo, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong digegerkan penemuan mayat pada Jumat (25/10) pagi.

Honorer Desa Ekang Anculai bernama Krisna, 19, diduga bunuh diri dengan gantung diri karena dugaan asmara.

Korban kali pertama ditemukan anggota keluarganya. Tidak biasanya ia bangun terlambat. Pagi itu, setelah disapa dari luar, namun korban tidak menyahut dari dalam rumah.

“Dia sudah sebatang kara, tinggal sendiri di rumah itu,” kata Kadus, Wiji.

Akhirnya keluarga memberitahukan kejadian ini ke tetangganya.

“Dua orang tetangganya manjat dan melihat dari angin-angin kamar dan melihat korban sudah tergantung dengan leher terjerat tali. Terjerat sabuk kempo,” kata ia.

Kemudian warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Bintan Utara.

Selain itu, Wiji juga mengatakan, Kamis (24/10), korban tidak masuk kerja. Korban merupakan tenaga honorer di bagian pelayanan di kantor desa dan biasa mengurusi dokumentasi kegiatan di kantor desa.

“Kita sama sekali tidak menyangka. Orangnya ceria, tidak nampak kalau dia ada masalah,” kata ia.

Bahkan, Kamis (24/10) malam, korban masih sempat menghadiri acara di tetangganya.

Hanya ia menduga ada masalah asmara karena diduga korban menjalin asmara dengan wanita lain.

“Korban sempat ada massanger ke kakaknya menyampaikan permintaan maaf. Korban juga menyampaikan ke kakaknya agar meneruskan pesan ke pacarnya jangan blokir handphonenya,” kata ia.

Hingga saat ini, warga masih melayat di rumahnya. Terlihat anggota polisi berada di lokasi kejadian.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim Iptu N Sembiring mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar, dokter puskesmas Sri Bintan bersama polisi terhadap korban diduga bunuh diri.

Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan di pemeriksaan luar. Namun, ada indikasi penyebab korban bunuh diri dimana tulang leher bergeser.

“Secara umum itu. Korban ditemukan terjerat dengan lehernya dengan sabuk kempo,” kata ia.

Selanjutnya setelah ini diserahkan ke pihak keluarga. Sehingga usai Jumatan akan dimakamkan. (met)