Olahraga

Babak Belur di Liga, Setan Merah Berjaya di Eropa

PRO BINTAN – Tactician Manchester United Ole Gunnar Solsksjaer seolah punya sekoci di Eropa terkait kursi panasnya. Bagaimana tidak. Performa berantakan United di Premier League dengan mengendap di peringkat ke-14 hingga matchweek 9, bak diselamatkan penampilan apik mereka di Liga Europa.

ilustrasi

Hingga matchday ketiga, United sukses memimpin klasemen grup L dan belum terkalahkan dengan koleksi 7 poin. Rinciannya, dua menang dan sekali seri. Hasil positif terbaru dibukukan mereka saat away ke Partizan Stadium dengan menang 1-0 atas FK Partizan kemarin dini hari. Bahkan, Setan Merah bisa mengunci satu tiket ke fase knockout pada matchday keempat (8/11). Syaratnya, mereka kembali mengalahkan Partizan di Old Trafford dan di waktu bersamaan AZ Alkmaar keok dari FC Astana.

Kemenangan atas Partizan memang layak dijadikan momen titik balik United musim ini. Sebab, itulah kemenangan tandang pertama mereka sejak menang 3-1 kontra PSG pada second leg 16 besar Liga Champions musim lalu (7/3). Kemenangan di Parc des Princes itu menjadi salah satu faktor yang membuat Ole dipermanenkan sebagai pelatih kepala United tiga pekan berselang.

Apesnya, pasca jadi pelatih tetap performa away United di bawah asuhan pelatih asal Norwegia itu terjun bebas. Dalam 11 laga sebelum melawan Partizan, United tidak pernah merasakan kemenangan. Rinciannya, 4 seri dan 7 kalah. Overall, tiga angka atas Partizan kemarin juga memutus streak empat laga terakhir winless United sejak menang adu penalti kontra Rochdale pada putaran ketiga Piala Liga (26/9).

Meski begitu, sejatinya tanda-tanda bahwa United mulai tune in dengan pendekatan baru Ole sudah terlihat sejak menahan Liverpool pada matchweek kesembilan Premier League (20/10). Ya, laga itu jadi yang pertama bagi Ole menerapkan back three dengan Victor Lindeloef-Harry Maguire-Marcos Rojo.

Tetapi, pertandingan di Old Trafford itu belum murni ajang unjuk gigi skema tiga bek. Sebab, dua wing back Aaron Wan-Bissaka dan Ashley Young masih sering mundur yang kemudian menjadikan skema sempat bertransisi jadi lima bek.

Hal berbeda terjadi saat melawan Partizan. Ole tampaknya mulai pede bahwa para pemainnya mulai tune in dengan sistem baru. Back three kembali diterapkan. Bedanya, kali ini tanpa Lindeloef. Posisinya diisi Phil Jones.

“Sebenarnya, badai cedera yang membuat kami harus mengganti formasi (pada laga melawan Liverpool dan Partizan, Red). Kebetulan, yang terbanyak fit adalah pemain berposisi bek tengah,” ucap Solskjaer seperti dilansir The Guardian.

Saat ini, masih ada 3 pemain United yang cedera. Dan, dua di antaranya adalah bek. Yakni, Eric Bailly yang berstatus pemain belakang dengan masih berkutat dengan cedera lutut dan Timothy Fosu-Mensah (ligamen lutut). Sedangkan satu lagi adalah gelandang Paul Pogba (engkel).

Sedangkan Anthony Martial dan Jesse Lingard yang baru pulih dari cedera langsung dipercaya jadi starter. Bahkan, Martial jadi penentu kemenangan via golnya dari titik putih di dua menit jelang turun minum.

Dan, Maguire perlahan tapi pasti mulai nyaman dengan lini belakang United. Dalam empat laga terakhir penampilannya, United hanya kebobolan 3 gol. Nah, dengan clean sheet melawan Partizan yang merupakan kali pertama bagi United dengan Maguire sejak melawan Leicester City pada matchweek kelima Premier League (14/9), bukan tidak mungkin Ole kembali menerapkan skema serupa melawan Norwich City (27/10).

Lebih jauh, Ole juga tampaknya bakal kembali mempercaya duet remaja jebolan akademi United wing back kiri Brandon Williams dan gelandang James Garner. Keduanya dipercaya jadi starter pada laga kemarin. Bagi Williams yang berusia 19 tahun laga kemarin jadi debut full 90 menit kedua musim ini setelah matchday kedua kontra AZ Alkmaar (3/10). Sedangkan untuk Garner (18 tahun), melawan Partizan jadi debutnya meski harus digantikan Andreas Pereira pada menit ke-82.

“Pengalaman luar biasa bagi mereka. Apalagi, mereka juga terlihat nyaman di lapangan dan tentu saja masa depan cerah menanti keduanya,” puji Jones. (io)