Peristiwa

Diduga Depresi, Napi Lapas Narkotika Tanjungpinang Gantung Diri

Ilustrasi.F.Jawapos.com

PRO BINTAN – Diduga mengalami tekanan karena kasusnya aliasĀ  depresi, seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus Narkotika Klas IIA Tanjungpinang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Narapidana bernama Rustam, 26, ditemukan gantung diriĀ  menggunakan celana jeansnya di ruang isolasi Lapas tersebut di Kampung Banjar, Kecamatan Gunung Kijang pada Sabtu (26/10) pagi dini hari.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Monang P Silalahi mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh rekan sekamarnya.

Saat terbangun, rekan sekamarnya melihat korban sudah tergantung dengan celana jeans. Rekannya kemudian memberitahukan petugas Lapas.

Ia mengatakan, korban mengalami kelainan diduga karena tekanan permasalahan kasusnya. Karena perilaku anehnya itu, membuat narapidana lainnya terganggu. Sehingga pihak Lapas memindahkan korban ke ruang isolasi.

“Diduga depresi sehingga dipindahkan ke dalam ruang isolasi, korban berdua sama seorang napi lainnya,” kata ia.

Keterangan sesama napi di sana, kata Monang, korban sering berbicara seorang diri. Bahkan sering mengajak narapidana lainnya untuk melakukan bunuh diri.

“Dia sering bicara sendiri bahkan mengajak narapidana lainnya untuk melakukan bunuh diri. Ada juga narapidana bilang kalau korban sempat menanyakan ke narapidana lainnya apakah bunuh diri boleh atau tidak?” kata ia.

Kepala Lapas khusus Narkotika Klas IIA Tanjungpinang Misbahuddin mengatakan, pihaknya sempat memberikan tindakan pertolongan pertama membawa korban ke rumah sakit. Namun korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Ia mengatakan, korban sempat berusaha kabur dengan menjebol plapon namun berhasil digagalkan petugas Lapas. Bahkan korban sempat melakukan bunuh diri dengan membenturkan kepalanya ke dinding.

Sebagaimana diketahui korban telah menjalani masa tahanan selama 3 tahun sejak 11 November 2016 dan masih memiliki sisa masa tahanan 8 tahun. Korban dijatuhi hukuman oleh Pengadikan Karimun, lalu ditahan di Rutan Karimun, pindah ke Lapas Batam dan akhirnya dipindahkan ke Lapas Narkotika Tanjungpinang. (met)