Nasional

Pariwisata Bisa Jadi Andalan, Konvensional dan Modern Harus Beriringan

PRO BINTAN – Pariwisata bisa menjadi salah satu andalan pendapatan negara. Buktinya, tahun lalu saja sektor pariwisata menghasilkan devisa USD 19 miliar. Menyikapi industri 4.0, dunia pariwisata pun menyesuaikan.

Ironman 70.3 Bintan di Pantai Lagoi Bay merupakan salah satu wisata andalan Indonesia. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Staf Khusus Kementerian Pariwisata (Menpar) bidang Teknologi Informasi Samsriyono Nugroho menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara favorit dalam hal pariwisata. Indonesia termasuk dalam 10 destinasi favorit dunia tahun ini. ”Kunjungan wisatawan mancanegaranya termasuk dalam top 9,” ungkapnya.

Pria kelahiran Surabaya itu mengungkapkan bahwa Indonesia harus dibranding secara keseluruhan. Tak hanya satu destinasi wisata saja. Samsriyono mengibaratkan bahwa Indonesia merupakan akuarium. Sementara destinasi merupaka ikannya. ”Untuk itu akuariumnya harus bersih. Dengan dibangun infrastruktur, isu baik, dan sebagainya,”tuturnya.

Di era 4.0 ini, sektor pariwisata juga harus menggunakan big data. Sehingga profiling masing-masing segmen jelas. ”Sehingga jualannya pas,” ungkapnya.

Di sisi lain, kondisi geografis Indonesia yang luas sedikit memberi hambatan. Kemajuan teknologi belum sepenuhnya terjadi di pelosok tanah air. Hal ini berpengaruh untuk pengusaha jasa pariwisata. Masih ada yang bertahan dengan cara konvensional. ”Pemerintah memberi training agar selevel dengan yang modern,” katanya.

Influencer Chiki Fawzi yang kerap keliling Indonesia memberikan saran terhadap pariwisata tanah air. Dia menyayangkan tidak semua daerah tersentuh kemajuan. Misalnya saja soal sinyal telepon. ”Tidak semua daerah ada sinyal,” ungkapnya. (lyn)