Nasional

Akun Wamenag Diretas Orang, Kominfo Siap Fasilitasi Verifikasi Akun Pejabat

ilustrasi

PRO BINTAN – Lama tidak memegang akunnya sendiri, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi kaget saat dilapori asistennya bahwa akun twitter miliknya kedapatan berinteraksi dengan akun-akun pornografi.

Saat ini, akun @zainuttauhid sudah masuk dalam perlindungan twitter. Aksesnya terbatas hanya pada pengikutnya. Dalam beberapa gambar yang beredar di feed twitter, akun @zainuttauhid menyukai (like) akun twitter sebuah situs dewasa yang cukup terkenal.

Zainut mengatakan, ia tidak bersentuhan langsung dengan akunnya sendiri. “Akun-akun media sosial atas nama saya, dikelola oleh tim Media yang diketuai oleh Sya’ron Mubarok,” jelasnya.

Zainut mengaku baru mengetahui ada peristiwa dimuatnya postingan konten dewasa tersebut setelah admin melaporkan bahwa ada seseorang yg mengendalikan akun Twitter tersebut tanpa izin (menghacked), “Karena mungkin twitter bisa dibuka dari device mana saja,” katanya.

Setelah mengetahui akan hal tersebut, Zainut sudah menugaskan tim pengelola akun media sosial miliknya untuk melayangkan laporan ke Subdit Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya atas dugaan peretasan akun dan penyebaran konten bermuatan melanggar kesusilaan.

Zainut menyatakan meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia juga memastikan bahwa yang tersebar dari akun twitternya pada masa peretasan tersebut adalah hoax.“Saya laporkan juga atas adanya pencemaran nama baik serta fitnah kepada saya yg dilakukan lebih dari 32 akun media sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kabiro Humas Kominfo Ferdinandus Setu mengungkapkan, hukuman bagi orang yang meretas akun pejabat negara memang tidak ada bedanya dengan akun orang biasa. “Jadi pasalnya sama. Pasal 30 dan Pasal 32 UU  No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE”

Meski demikian, kata Nando, Kominfo selalu mendorong dan siap menfasilitasi agar akun pejabat bisa terverifikasi. Alias centang biru. “Nanti akan kami fasilitasi ke platform medsos terkait,” jelasnya.

Meski tidak memberikan tambahan keamanan langsung, akun dengan centang biru lebih terlindungi. “Jadi platform lebih mudah mendeteksi. Jika ada yang mengimpersonate pejabat yang bersangkutan, Platform bisa men take down akun-akun peniru secara langsung. Seperti kami yang sudah men-take down akun @jhonnyplate” jelasnya. (tau)