Olahraga

Captain America Memang Komplet

ilustrasi

PRO BINTAN – Tactician Chelsea Frank Lampard sukses menjadikan timnya penuh kejutan musim ini. Setelah mengorbitkan Mason Mount-Tammy Abraham, kemarin giliran Christian Pulisic yang diberi panggung untuk unjuk gigi dan berhasil. Tidak tanggung-tanggung. Personel timnas Amerika Serikat itu mencetak hat-trick dalam kemenangan 4-2 The Blues kontra Burnley pada matchweek kesepuluh Premier League.

Bukan sembarang trigol yang dilesakkan Pulisic. Sebab, tiga golnya masuk kategori perfect hat-trick alias dilakukan dengan kaki kanan, kiri, dan kepala. Kali terakhir pemain Chelsea yang mampu melakukannya adalah Didier Drogba pada 2010 saat melawan Wigan Athletic.

Gol pertama Captain America–julukan Pulisic–pada menit ke-21 tercipta via tendangan kaki kirinya. Lantas disusul sepakan kaki kanan beberapa saat jelang turun minum. Performa hebatnya dipungkasi gol tandukan pada menit ke-56 yang memanfaatkan umpan silang Mount. Semakin istimewa karena trigol itu jadi debut golnya berkostum Chelsea. Gol tandukan kemarin bisa jadi yang pertama diciptakan Pulisic dalam karir profesionalnya dengan postur yang hanya 172 cm.

“Saya pernah melakukannya (gol tandukan, Red) tapi saat junior. Saat profesional, mungkin ini gol kedua (via tandukan, Red) dan makin istimewa karena tandukan itu melengkapi perfect hat-trick dan saya terkejut bisa terjadi,” ucap Pulisic kepada Football London.

Hat-trick pada laga yang dihelat di Turf Moor itu jadi yang pertama dalam karir eks pemain Borussia Dortmund. Tapi, soal perfect hat-trick, apakah itu kebetulan? Dengan usia yang baru menapak 21 tahun, asumsi itu masuk akal.

Tetapi, jika melihat kepiawaiannya bermain di banyak posisi, maka perfect hat-trick berikutnya bakal menyusul. Ya, Pulisic memang dikenal sebagai pemain versatile.

Sepanjang karirnya di level klub dia pernah mengemban delapan posisi! Mulai dari bek kanan, gelandang kanan, gelandang tengah, gelandang kiri, second striker, gelandang serang, wide attacker kiri, wide attacker kanan, hingga. Tiga posisi terakhir menjadi yang paling sering dimainkan Pulisic.

Hebatnya, dia juga kerap mencetak gol dan assist dalam tiga posisi tersebut. Rinciannya, sebagai gelandang serang main di 31 laga dan mencetak 11 gol serta 12 assist, wide attacker kiri (34 laga, 7 gol, 7 assist), dan wide attacker kanan (85 laga, 11 gol, 22 assist). Bahkan, saat jadi gelandang kiri dia juga sempat mencetak 3 gol. Itu bukti bahwa Pulisic memang cukup matang dalam menggunakan dua kakinya meski yang dominan tetap kaki kanan.

Ada hal lucu sesaat setelah laga. Pulisic nyaris lupa bahwa dia ingin menyimpan bola pertandingan kontra Burnley sebagai pertanda debut gol plus perfect hat-trick bersama Chelsea.

“Jujur, saya bahkan tidak memikirkannya (menyimpan bola pertandingan, Red). Terima kasih kepada rekan setim yang sudah mengingatkannya dan saya berhasil mendapatkannya,” pungkas Pulisic. (io)