Nasional

Jokowi Tetap Fokus Bangun Infrastruktur Papua

Presiden RI, Joko Widodo. F.Istimewa

PRO BINTAN – Tanah Papua menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Joko Widodo usai dilantik di periode kedua kepemimpinannya. Tiba di Kota Sorong Sabtu malam (26/10) lalu, orang nomor satu di Indonesia itu dijadwalkan beraktivitas di bumi Cendrawasih hingga Senin Sore (28/10).

Jokowi mengawali kegiatannya di Papua dengan menyambangi lapangan bola Irai di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua, Minggu (27/10). Di tempat tersebut, Presiden yang ditemani Iriana menyapa dan bertemu ribuan warga yang berasal dari 10 distrik dan 162 desa.

Setibanya di lokasi, Presiden dan rombongan disambut penampilan tarian khas Suku Besar Arfak, yaitu Tari Tumbu Tanah. Presiden kemudian mendapatkan paparan mengenai pembangunan di daerah setempat dari Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku sengaja mengunjungi Kabupaten Pegunungan Arfak karena ada permintaan dari kepala daerah. Khususnya terkait pembangunan infrastruktur di daerah setempat. Presiden pun menyampaikan komitmen untuk pembangunan Papua.

Di wilayah Pegunungan Arfak, Jokowi menegaskan akan membangun jalan yang menghubungkan dengan Kota Manokwari. “Tadi Pak Bupati menyampaikan minta segera diselesaikan dan diaspal. Maka kita segera selesaikan,” ujarnya.

Akses jalan antara Pegunungan Arfak dan Manokwari dibutuhkan untuk memudahkan transportasi orang dan distribusi barang, terutama produk-produk pertanian. Dengan demikian, petani asal Pegunungan Arfak nantinya bisa menjual beragam komoditas pertanian seperti wortel, kol, dan kentang ke Kota Manokwari.

Selain itu, pembangunan jalan juga diharapkan bisa mendongkrak pariwisata di daerah Pegunungan Arfak untuk berkembang dengan lebih pesat. Apalagi, Pegunungan Arfak memiliki potensi pariwisata yang indah seperti dua danau, Anggi Giji dan Anggi Gida. “Agar orang bisa berdatangan berbondong-bondong dari Manokwari dan dari provinsi lain dari seluruh Tanah Air melihat keindahan Danau Anggi yang ada di Pegunungan Arfak,” paparnya.

Selain infrastruktur jalan, pemerintah akan mengembangkan bandara dan sejumlah fasilitas publik lainnya di Pegunungan Arfak. Kepala Negara menilai, bandara memiliki peran penting bagi penduduk setempat agar bisa lebih maju. Jokowi berjanji akan menyulap airport lebih baik dalam dua tahun.

“Mengenai rumah sakit, mengenai puskesmas, pasar, semuanya diminta oleh Pak Bupati. Saya akan berikan, tetapi mohon waktu paling tidak 2-3 tahun ya,” tandasnya. Dari lapangan bola Irai, Jokowi dan rombongan meninjau Pasar Irai. Di situ, melihat beragam komoditas pertanian yang dijual sambil berinteraksi dengan para penjual.

Usai dari pegunungan Arfak, Jokowi kembali ke Kabupaten Manokwari. Dari Kabupaten Manokwari, Presiden Jokowi akan terbang menuju Bandar Udara Utarom, Kabupaten Kaimana. Di Kaimana, Presiden meninjau sejumlah fasilitas publik dan bermalam.

Pada hari ini, Presiden dijadwalkan berkunjung ke Wamena untuk meninjau lokasi pasca kerusuhan. Sebelumnya, Jokowi sudah menginstruksikan untuk membangun seluruh bangunan fisik yang rusak. Kemudian pada sore harinya, akan meresmikan salah satu proyek infrastruktur, yakni Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang lebih dulu tiba di Papua Barat dan Papua sudah mendatangi beberapa lokasi yang bakal didatangi oleh Presiden Jokowi. Mulai Manokwari, Wamena, sampai Jayapura. Dia melakukan itu guna memastikan seluruh lokasi yang didatangi presiden benar-benar aman. Hasilnya, kunjungan presiden di Papua Barat  berjalan lancar.

Khusus di Wamena, Hadi sudah menemui secara langsung seluruh prajurit TNI dan Polri yang bertugas di sana. Dia mejamin, Wamena yang sempat jadi perhatian pasca kerusuhan 23 September lalu sudah aman. Masyarakat mulai beraktivitas. Roda ekonomi juga pelan-pelan berjalan kembali. Apabila tidak ada kendala, presiden akan tiba di Wamena hari ini (28/10). ”Mari kita sama-sama bertugas mensukseskan kunjungan kerja presiden,” ajak Hadi.

Hadi yang beberapa kali datang ke Wamena setelah kerusuhan juga mengakui bahwa kondisi ibu kota Jaya Wijaya itu sudah jauh lebih baik ”Proses pendidikan (sudah berjalan) dengan baik serta pemerintah daerah juga sudah berjalan lancar,” ungkap dia. Untuk itu, dia mengajak semua pihak menunjukkan kepada presiden bahwa Wamena sudah pulih. ”Wamena yang subur, yang penuh damai,” tambahnya.

Namun demikian, aksi kelompok tidak dikenal serta kelompok separatis bersenjata tidak lantas berhenti. Menjelang kedatangan presiden ke Papua Barat dan Papua, sempat terjadi serangan di Intan Jaya dan Yahukimo. Data Kodam XVII/Cendrawasih, serangan di Intan Jaya terjadi akhir pekan lalu (25/10) di Distrik Hitadipa. Akibatnya tiga orang masyarakat sipil meninggal dunia.

Belakangan ketiga korban itu diketahui bernama Rizal, Herianto, dan La Soni. Mereka sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. Mereka meninggal lantaran mengalami luka tembak di kepala serta sayatan senjata tajam nyaris di sekujur tubuh. Kodam XVII/Cendrawasih menduga serangan itu dilakukan oleh kelompok separatis yang dipimpin oleh Lekagak Talenggen. Atas insiden tersebut, pemerintah daerah setempat sudah meminta masyarakat waspada.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menyampaikan bahwa instansinya tidak tinggal diam menyikapi sejumlah aksi yang dilakukan oleh kelompok separatis di Papua. ”Kami terus berkoordinasi  dengan unsur kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengejar kelompok separatis yang selalu menciptakan teror dan ketakutan kepada masyarakat,” terang dia.

Di Yahukimo serangan oleh orang tidak dikenal dilakukan menggunakan panah. Akibatnya seorang pekerja yang berasal dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terluka serius. Berdasar laporan yang diterima oleh pertugas keamanan, korban bernama La Hanafi. Dia terluka pada bagian perut. Untuk menyelamatkan korban, petugas sudah merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit di Jayapura.

Kelompok separatis yang menamai diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) sudah menyampaikan bahwa aksi di Yahukimo adalah ulah Yerry Wakman Kobak dan Singa Bahabol. ”Kami TPNPB-OPM menolak pembangunan jalan Trans Papua,” ungkap Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom. Karena itu, mereka menyerang rombongan petugas di Yahukimo.

Selain itu, mereka juga mengakui bahwa serangan di Intan Jaya yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dilakukan oleh TPNPB-OPM. Namun, mereka berkilah telah menembak masayarakat sipil. Menurut Sebby, ketiga korban adalah anggota TNI. Serangan tersebut sengaja dilakukan oleh TPNPB-OPM untuk menegaskan keinginan mereka. “PBB segera mengatur langkah hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua,” imbuhnya. (far/syn)