Nasional

KPK Tetap Usut Suap Impor Sapi

ilustrasi

PRO BINTAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan berhenti mengusut dugaan suap terkait impor sapi oleh Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Bukti-bukti masih dikantongi penyidik. Termasuk Termasuk buku catatan keuangan perusahaan Basuki alias buku merah.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menegaskan bahwa penanganan kasus yang berkaitan dengan buku merah tidak terganggu meski Polri menghentikan perkara obstruction of justice dalam perkara yang sama. ”Sebelum kami menyerahkan buku merah ke Polri, kami bikin duplikasinya dan ditandatangani semua oleh para pihak yang mengambil itu,” ujarnya.

Buku catatan keuangan perusahaan Basuki diperoleh KPK saat mengusut perkara suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melibatkan mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Dalam buku bersampul merah itu diduga terdapat catatan aliran “uang keamanan” impor sapi ke sejumlah pejabat dan aparat. Perusahaan Basuki diketahui bergerak di bidang impor daging sapi.

Secara umum, kata Laode, kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan suap uji materi itu sudah selesai. Para pelakunya sudah dijatuhi hukuman oleh majelis hakim pengadilan tipikor. Sementara itu, terkait indikasi praktik korup dalam bisnis impor sapi akan ditindaklanjuti sepanjang ada perkembangan.

”Kalau ada perkembangan kasus yang berhubungan dengan itu (buku merah, Red), masih ada (bukti-buktinya) insya Allah di KPK,” tegasnya.

Laode menambahkan, sejatinya permainan impor sapi sudah selesai. Sudah tidak ada lagi pemain-pemain besar. Karena itu, saat ini KPK fokus pada pencegahan agar impor komoditi sapi dapat dilakukan secara transparan.

”Oleh karena itu, kami berharap juga kepada presiden yang sekarang agar kuota impor komoditi itu harus dibuat jelas jangan diberikan dan dikuasai oleh orang-orang tertentu,” tandasnya. (tyo/fal)

 

Tentang Buku Merah

  • Diperoleh KPK dalam penanganan kasus suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan. Diduga ada catatan aliran dana ”uang keamanan” terkait impor sapi perusahaan Basuki Hariman dalam buku itu.
  • Buku merah diduga sempat ”dirusak” pada April 2017 oleh oknum penyidik Polri yang bertugas di KPK.
  • Atas perintah pengadilan, Polda Metro Jaya menyita buku merah dari KPK untuk penanganan kasus obstruction of justice pada Oktober 2018.
  • Polri menghentikan penanganan kasus obstruction of justice tanpa ada tersangka pada Oktober 2019.
  • KPK tetap akan menindaklanjuti dugaan suap impor sapi dalam buku merah sepanjang ada perkembangan signifikan. KPK mengaku punya duplikasi buku merah.

Diolah dari berbagai sumber