Nasional

Oktober Berakhir, Suhu Panas Mulai Turun

ilustrasi

PRO BINTAN – Suhu panas segera berakhir. BMKG memperkirakan, setelah Oktober ini suhu mulai turun. Namun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih belum berakhir seluruhnya.

Menurut data BMKG, suhu tertinggi terpantau di Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Bekasi, dan Balai Besar BMKG Wilayah 2 Ciputat, Tangerang Selatan. Masing-masing mencapai 38.0 derajat celcius. Disusul Sumbawa Besar NTB di Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin III dengan suhu 36,9 derajat celcius. Lalu, Bandara Budiarto di Pondok Cabe, Tangerang, Banten dengan suhu 36,6 derajat celcius.

Meski demikian, BMKG membaca bahwa arah pergerakan semu matahari perlahan menjauh dari khatulistiwa. “Sekarang berada di sekitaran 8.5 derajat lintang selatan,” jelasnya. Prabowo mengatakan, dengan semakin jauhnya sinar matahari dari khatulistiwa, maka cuaca panas akan berkurang. Apalagi dengan mulai terbentuknya awan-awan hujan. Wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta pulau Sumatera bagian selatan memang lebih banyak terpapar panas.

Sementara itu, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi di Pulau Jawa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan beberapa wilayah yang terbakar. Meliputi Cikuray, Ungaran, Sumbing, Arjuno, Ringgit dan Rinjani.

Di Jawa Timur, kebakaran hutan terjadi di Kabupaten Malang di wilayah Gunung Kawi. Api terdeteksi sejak Sabtu (26/10) sekitar pukul 17.50 WIB di petak 212, KRPH Oro Oro Ombo, wilayah administratif Kecamatan Pujon. “Dampak dan luasan terbakar masih dihitung, api masih dinyatakan belum padam,” jelas Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo.

Kebakaran juga terjadi di Gunung Ijen di bagian wilayah Kabupaten Bondowoso. Api yang membakar sejak Sabtu  (19/10) pukul 03.00 WIB sampai saat ini belum padam. Luas terbakar diperkirakan mencapai 73 hektare.

Di sisi lain, Pegunungan Ijen, yakni di Gunung Rante, Banyuwangi, api juga belum bisa dipadamkan. Terdeteksi juga sejak 19 Oktober lalu. Saat ini BKSDA dan BPBD setempat sudah bisa memperkirakan luas lahan terbakar yang mencapai sekitar 500 hektare.

Sementara itu, di areal Tahura R. Soerjo yang masuk kawasan Gunung Arjuno, api juga belum sepenuhnya padam. Menurut Kepala UPT Tahura R. Soerjo Achmad Wahyudi, belum terpantau asap hingga . “Beberapa kali sudah hujan, ini membantu pemadaman juga,” katanya.

Kebakaran lain terjadi di Wilayah Gunung Semeru. Yakni di Blok Glendang Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Dampak luas kebakaran hingga 1,5 hektare. Namun, BNPB menyatakan bahwa saat ini api sudah berhasil dipadamkan. (tau/oni)