Politik

Tak Dapat Kursi Menteri, Parpol Koalisi Tetap Dukung Jokowi

Kabinet Indonesia Maju. (net)

PRO BINTAN – Tidak semua partai politik pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat kursi di Kabinet Indonesia Maju. PKPI dan PBB merupakan partai koalisi yang tidak mendapat bagian “kue” kekuasaan. Keduanya akan tetap mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan mengatakan, pihaknya tidak kecewa dengan keputusan politik Jokowi yang tidak memberikan posisi di kabinet, baik menteri maupun wakil menteri. “Karena sejak awal, PKPI memberikan dukungan yang tulus dan tanpa syarat,” terang dia.

Menurut dia, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif presiden. PKPI juga sangat memahami dan menghormati sepenuhnya terkait hal ini. Partainya mendukung susunan kabinet yang telah diumumkan dan mendoakan kelancaran dalam menjalankan tugas.

Terkait permohonan maaf Presiden Jokowi kepada partai koalisi yang tidak masuk kabinet, menurut dia, sikap itu merupakan tauladan akhlak yang baik sebagai pemimpin yang peka, memahami suasana kebatinan para pendukung setia, serta tentu saja merupakan perwujudan sikap santun dan rendah hati seorang negarawan.

“Sangat patut untuk diikuti oleh semua anak bangsa,” kata mantan wakil sektetaris TKN Jokowi-Ma’ruf itu.

Verry menegaskan, partainya akan terus menjadi pendukung pemerintahan lima tahun mendatang. Siap menjadi mitra konstruktif dan solutif, serta menjadi bagian aktif dari pembangunan, menuju Indonesia maju, sejahtera, adil, dan makmur.

Hal senada disampaikan Sekjen PBB Afriansyah Noor. Menurut dia, partainya sejak awal tidak mempunyai target untuk menduduki jabatan menteri di kabinet Jokowi. “Kami dukung Jokowi tanpa meminta apa pun,” kata dia.

PBB hanya ingin mengikuti Pemilu serentak dan mengambil hati rakyat. Namun, karena ada masalah di internal, partainya akhirnya tidak lolos parliamentary threshold (PT).

Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa kecewa. Apalagi sejak awal PBB tidak minta dan tidak pernah menyodorkan nama. Menurut Afriansyah, walaupun tidak mendapat jabatan, partainya tetap mendukung Jokowi.

Namun, kata dia, Jika nanti ada perombakan kabinet, partainya juga tidak akan menyodorkan nama atau berharap masuk kabinet. “Tapi kalau kami diminta, ya kami siap,” ucap dia.

Dia menambahkan, sekarang pihaknya fokus melakukan penguatan partai. Pada 25 September lalu, PBB baru saja melaksanakan muktamar. Yusril Ihza Mahendra kembali terpilih menjadi ketua umum secara aklamasi.  Penguatan kaderisasi pun akan dikuatkan, mulai pusat sampai daerah. (lum)