Olahraga

Murka Ribery Berbuah Malapetaka

PRO BINTAN – Musim yang serba tercepat bagi Franck Ribery. Seperti julukannya, Ferrariberry. Pada musim pertamanya di Serie A bersama Fiorentina, Ribery mencetak dua gol pertama di ajang domestik lebih cepat. Baik dibandingkan saat di Bundesliga (Bayern Muenchen), Ligue 1 (Olympique de Marseille dan Metz), dan Super Lig (Galatasaray). Dua gol dalam enam laga pertama.

ilustrasi

Musim ini noda kartu merah juga lebih cepat menghampiri winger 36 tahun itu. Arbitro Marco Guida mengganjarnya dengan kartu merah saat Fiorentina takluk di Artemio Franchi, Firenze, kandangnya, dari Lazio. La Viola, julukan Fiorentina, keok 1-2. Dan, kartu merah langsung pertamanya itu didapat setelah laga usai.

Pada musim pertamanya di Serie A, dia dikartu merah saat laga kesembilan. Bandingkan ketika di Bundesliga. Dua kali Ribery diusir wasit, itu pun terjadi saat laga ke-29 (2008-2009) dan ke-17 (2011-2012). Itu juga dua kali kartu kuning. Bukan kartu merah langsung seperti di laga kemarin.

“Dia melakukan protes keras wasit garis (Matteo Passeri) dengan mendorong-dorong. Itu tak sekali dia lakukan, tetapi dua kali,” tulis Lega Serie A dalam pernyataannya. Padahal, FIGC dan Lega Serie A sudah melarang keras ada kontak fisik dengan wasit saat sedang melancarkan protes.

Dilaporkan, MVP Serie A bulan September itu mulai frustrasi sejak sebelum gol penentu victory Lazio yang dicetak Ciro Immobile pada menit ke-89. Saat itu Guida mengganggap play on saat ada pelanggaran di area pertahanan Lazio.  Nah, Ribery yang telah duduk di bench baru melampiaskannya setelah laga.

Gara-gara sikapnya itu pemain bernomor punggung tujuh tersebut bisa disanksi larangan main sampai empat laga. Tadi malam WIB, mantan pemain timnas Prancis tersebut menuliskan ucapan maafnya kepada Passeri melalui akun Twitter-nya, @FranckRibery. Dia beralasan tidak mampu menahan emosi.

“Aku menyesalinya dan berharap dia (Passeri) bisa mengerti suasana hatiku pada saat itu di lapangan. Aku sangat gugup saat itu. Aku juga sampaikan permintaan maafku kepadanya. Sekali lagi, aku sangat menyesalinya,” sambung pemain yang dikontrak dua musim itu.

Alibi Ribery itu persis seperti yang diucapkan allenatore Fiorentina, Vincenzo Montella. “Aku rasa, dia terlihat lelah. Mungkin dia marah karena dia ingin keluar lebih cepat,” candanya, kepada Sky Sport Italia.

“Mungkin dia punya alasan mengapa seperti itu. Tapi, tetap saja dia itu salah. Kami menanti apa yang akan terjadi padanya (Ribery),” lanjut Presiden Fiorentina Rocco Commiso. (ren)