Politik

Rudi Daftar Cagub Kepri, Tapi Juga Daftar Jadi Wali Kota

PRO BINTAN – Jelang Pilgub Kepri dan Pilwako Batam 2020, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi-Amsakar Achmad, memastikan akan ikut meramaikan ajang kontestasi politik lima tahunan itu. Keduanya mengambil formulir ke Partai Nasdem dengan masing-masing dua formulir.

ilustrasi

Rudi mengambil formulir untuk pendaftaran bakal calon gubernur dan bakal calon wali kota. Sedangkan Amsakar mengambil dua formulir untuk mendaftar sebagai bakal calon wali kota dan formulir bakal calon wakil wali kota.

Amsakar mengaku akan menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikan formulir tersebut. Ia juga belum bisa memastikan, formulir mana yang akan ia kembalikan ke DPW Nasdem Kepri.

“Yang jelas tanggal 6 November sudah tutup,” kata Amsakar, Senin (28/10).

Amsakar menjelaskan, jika nanti Rudi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali kota Batam, maka ia akan mengembalikan formulir bakal calon wakil wali kota Batam.

“Jadi kami tetap berpasangan jika Pak Rudi tetap maju di Batam,” kata Amsakar.

Sebaliknya, jika Rudi mendaftar sebagai bakal calon gubernur, maka Amsakar akan mengembalikan formulir bakal calon wali kota. Artinya, Amsakar akan maju sebagai calon wali kota.

“Semua tergantung keputusan akhir partai pengusung,” katanya.

Sementara ketua Tim 7 Penjaringan Pilkada Nasdem Kepri, Muhammad Kamaludin membenarkan bahwa Rudi mengambil formulir sebagai calon gubernur sekaligus cawako.

“Bagi kami, tim penjaringan yang penting beliau ambil, jangan sampai beliau tidak ambil dan harus dikembalikan, jangan ambil saja. Formulir apa yang kembali, nanti tergantung beliau-beliau,” kata Kamaludin.

Akan tetapi, ia mengatakan, keputusan pencalonan tetap di pleno DPP Nasdem yang akan dilaksanakan seiring Kongres Partai Nasdem pada 9-11 November mendatang. Ia menambahkan, putusan calon kepala daerah internal Nasdem juga mempertimbangkan hasil survei masing-masing calon.

“DPW Nasdem Kepri akan laporkan hasil penjaringan ini, baru kemudian diputuskan setelah kongres itu,” ujarnya.

Ia menjabarkan, untuk cagub Kepri sudah ada empat formulir yang diambil. Selain Rudi, nama lainnya adalah Huzrin Hood dan Ahmad Makruf Maulana.

Sementara, untuk cawako dan cawawako Batam, ada sembilan formulir yang telah diambil. Cabup Lingga dua formulir dan cabup Bintan dua formulir. Sedangkan untuk Pilbup Karimun belum ada yang ambil formulir.

“Kami tutup tanggal 6 November. Termasuk Pak Amsakar sebagai ketua DPD Nasdem Batam dan Pak Rudi sebagai Sekretraris DPW Nasdem Kepri. Beliau harus kembalikan formulir sebelum tanggal itu berakhir,” katanya.

Nama Sekda Batam, Jefridin, juga disebut-sebut akan maju di perhelatan Pilwako Batam 2020. Soal ini, Kamaluddin mengaku yang bersangkutan belum mengambil formulir. “Melalui Nasdem, belum ada,” tambah dia.

Rudi belum lama ini mengatakan, dirinya menunggu perintah partai terkait pilkada tahun depan. Menurut Rudi, aturan pengajuan calon kini sudah berubah. Dulu, pengajuan calon kepala daerah bisa dilakukan berdasarkan tingkatan, melalui DPD dan seterusnya.

“Maka sekarang, harus arahan pusat (DPP) Nasdem. Kalau pusat ajukan A, berarti B yang diajukan DPW tak dipakai. Kalau DPP tak arahkan saya jadi gubernur, ya sudahlah. Lalu untuk kota juga tidak, ya istirahatlah. Ngapain sibuk-sibuk,” kata Rudi, belum lama ini.

“Makanya, kalau saya ditanya ikut Pilgub, saya sekarang belum bisa jawab. Begitupun Amsakar jika ditanya ikut Pilwako. Pusat yang menentukan semua,” tambah dia.

Rudi pun meminta yang mendukungnya ikut mendongkrak popularitas dirinya. “Misal ditanya, siapa yang jadi gubernur ke depan, jangan lupa HMR (Haji Muhammad Rudi) gitu aja. Kalau misal saya ke provinsi survei 50 persen dan beliau (Amsakar) di Batam 50 persen, lalu kemudian ditambah wakil nanti, selesailah pertandingan,” papar dia. (iza)