Peristiwa

Protes Jalan Berlubang dan Ambles, Warga Toapaya Tanam Pohon Pisang di Jalan

Warga Toapaya Asri menanam batang pohon pisang di jalan yang berlubang dan ambles di jalan raya Km 25 Tanjunguban, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Bintan pada Rabu (30/10). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sejumlah warga Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Bintan melakukan aksi protes menanam batang pohon pisang di jalan raya Kilometer 25 Tanjunguban, Rabu (30/10) siang.

Aksi protes ini dilakukan karena jalan aspal yang berlubang dan ambles tidak kunjung diperbaiki, padahal warga telah mengadukan permasalahan ini ke dinas terkait.

Seorang warga Toapaya, Sugeng Prayito ditemui di lokasi usai menanamkan batang pohon pisang di jalan yang berlubang dan ambles mengatakan, warga protes karena jalan berlubang dan ambles di Km 25 Tanjunguban tidak kunjung diperbaiki.

Padahal, jalan tersebut ramai dilalui kendaraan. Khawatir jalan dengan lubang berdiameter 1 meter itu membahayakan keselamatan pengguna jalan, ia mengatakan, berinisiatif menanam batang pohon pisang di jalan berlubang dan ambles itu.

Alex, warga Toapaya lainnya mengatakan, awalnya warga ingin menutupi lubang tersebut sendiri dengan swadaya.

Namun, karena di bawah jalan berlubang yang ambles ialah gorong-gorong saluran air, membuat warga berpikir ulang karena biayanya pasti besar.

Akhirnya sejumlah warga melaporkan hal ini ke pemerintah setempat.

“Sudah dilaporkan ke pemerintah setempat, dan diteruskan ke pemerintah kabupaten. Namun karena kewenangan provinsi, kita menunggu tapi sampai sekarang belum diperbaiki,” kata ia.

Sementara Lurah Toapaya Asri, Nepy Purwanto mengatakan, awalnya warga ingin menambalnya sendiri dengan swadaya. Namun, karena ada gorong-gorong dan lubangnya lumayan besar dan jalan yang ambles makanya warga mengadu ke pemerintah kelurahan.

“Rencanan kita mau swadaya dengan maayarakat, namun karena ini ada gorong-gorong dan kelihatan besar biayanya makanya kita minta ke PU. Kita sudah laporkan ke PU Bintan,” kata ia.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan ke dinas terkait dalam hal ini PU Bintan dan mereka menyatakan ini jalan kewenangan provinsi.

“Saya sudah minta ke PU Bintan sampaikan ke PU Provinsi berkenaan dengan jalan tersebut, namun sudah dikonfirmasi belum ada tindak lanjuti,” kata ia.

“Ini sudah 6 bulan, kita juga tidak bisa menghalangi warga menanam batang pohon pisang di sana, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dilalui, apalagi kalau lorinya besar-besar pasti jebol,” kata ia.

Sejauh ini, ia mengatakan pemerintah dan warga telah memasang spanduk imbauan hati-hati kepada pengguna jalan agar terhindar dari kecelakaan. (met)