Olahraga

Vaksinasi Akan Koordinasikan dengan Kemenkes

ilustrasi

PRO BINTAN – Endemi Polio menyerang Filipina. Sebagai tuan rumah SEA Games 2019, hal ini menjadi perhatian serius. Komite Olimpiade Indonesia akan melakukan langkah untuk melindungi seluruh kontingen Indonesia.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan pihaknya akan memberikan vaksinasi kepada seluruh kontingen. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama atlet yang sedang berjuang membawa nama Indonesia.

Terkait jumlah anggaran, Okto mengakui vaksinasi belum masuk. Saat inis aja anggaran SEA Games masih kurang Rp 17 miliar. Pemerintah hanya menyiapkan Rp 47 miliar, sementara total kebutuhan mencapai Rp 64 miliar. Sisa dana masih akan dicarikan dari dana lain Kemenpora dan sponsor.

“Kaitan dengan anggaran, vaksinasi ini tidak dimasukkan. Vaksinasi ini penting. Yang utama tentu keselamatan atlet. Ini yang menjadi perhatian utama kami, Nanti kami akan berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan dengan bersurat secara resmi. Saran apa yang diberikan itu yang akan kami lakukan. Termasuk soal anggaran itu nanti akan seperti apa,” ujar Okto.

Langkah selanjutnya, akan ada penyuluhan dari Komite Olimpiade Indonesoa. “Itu nanti akan dilakukan oleh tim dokter mungkin kemenkes yg koordinasi dengan kami. Tentu ada tim CdM lebih dekat untuk komunikasi dengan mereka. Sudah kami siapkan, materi juga sudah ada,” lanjut Okto.

Sementara itu Sekjen PASI Tigo Tanjung menganggap jika wabah ini sangat membahayakan, pastinya SEA Games akan dibatalkan. Untuk itu pihaknya tidak terlalu khawatir secara berlebihan terkait wabah polio di Filipina. Dia juga menyambut baik rencana vaksinasi yang akan dilakukan Komite Olimpiade Indonesia.

“Selain itu atlet juga perlu diberi penyuluhan juga. Biar mereka (atlet dan official) tahu apa yang perlu dipersiapkan dan dihindari selama berada di Filipina nantinya,” ungkap Tigor.

Untuk atletik sendiri akan berada pada cluster Clark City. Tigor menjelaskan belum bisa merinci terkait wabah itu. “Saya juga tidak tahu sampai tingkat apa bahayanya apa di Clark City juga ada. Saya masih akan bertanya ke tim yang mengikuti tes event yang baru kembali tadi malam (kemarin),” imbuhnya. (gil)