Pariwisata

50 Lembaga Konservasi Satwa Berkumpul di Safari Lagoi, Bintan

PKBSI Gelar Rakornas 2019

Ketua Umum PKBSI, Rahmat Shah (kiri depan) bersama Direktur Safari Lagoi, Tonny Budhi Harjo dan Sekjen PKBSI, Tony Sumampau melihat binatang harimau benggala di kandangnya yang berada di Safari Lagoi, Bintan di sela-sela Rakornas PKBSI, Kamis (31/10) sore. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sedikitnya 50 lembaga konservasi satwa baik pengelola kebun binatang dan safari Se-Indonesia berkumpul di Safari Lagoi, Kawasan Wisata Lagoi, Bintan.

Kegiatan dalam rangka rapat koordinasi nasional (Rakornas) Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) berlangsung mulai tanggal 29 Oktober sampai dengan 2 November 2019.

Ketua Umum PKBSI, Rahmat Shah mengatakan, rakornas diikuti sedikitnya 50 lembaga konservasi satwa Se-Indonesia dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 120 orang.

PKBSI, kata ia, dalam rakornasnya melakukan berbagai penyempurnaan berbagai program yang disejalankan pelatihan “bird husbandry in captivity” kepada anggotanya dengan menghadirkan instruktur ahli bertaraf international.

Selain itu, Rakornas ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengalaman yang baik sehingga kedepannya  terjaga kelestarian satwa, kebun binatang dan safari menjadi konservasi benteng terakhir satwa endemik Indonesia.

Ia pun menyampaikan pujian terhadap rakornas yang diadakan di Safari Lagoi karena peserta Rakornas bisa melihat binatang yang terbilang lengkap dan baru di kawasan konservasi satwa satu-satunya di Provinsi Kepulauan Riau.

“Alhamdulillah semua puas melihat binatang,¬† makannya di sini juga enak dan penghijauan juga kita kagumi tetap menjaga kelestarian hutan sebagai paru-paru dunia,” kata ia mengagumi Safari Lagoi, Bintan.

Sekjen PKBSI, Tony Sumampau mengatakan, dalam kesempatan ini PKBSI mendeklarasikan kesepakatan, dimana semua anggota diharapkan menyukseskan apa yang menjadi program Presiden Joko Widodo.

“Yang menegaskan harus memangkas birokrasi dalam pengurusan perizinan dan pengelolaan lembaga safari hingga pemindahan satwa atau tukar menukar satwa diharapkan berjalan mulus,” kata ia.

Dalam kesempatan itu dihasilkan nawabhakti sebagai bentuk pengabdian PKBSI dalam mewujudkan lembaga konservasi yang kuat dan mandiri untuk mendukung pemerintah Indonesia Visit 2045. (met)