Peristiwa

Akmal Tenggelam di Pantai Lagoi Bay saat Memancing

Aidi, paman korban yang ikut memancing saat menerangkan kejadiannya kepada petugas di lokasi kejadian di Pantai A9 Lagoi Bay, Kawasan Wisata Lagoi pada Kamis (31/10) sekitar pukul 14.30 WIB. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Akmal Budiantoro, 18, pekerja di PT MKS Lagoi tenggelam saat memancing di Pantai A9 Lagoi Bay, Kawasan Wisata Lagoi pada Kamis (31/10) sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelum kejadian korban bersama lima orang temannya yang merupakan pekerja PT MKS Lagoi pergi ke pantai Lagoi Bay, kawasan wisata Lagoi untuk memancing.

“Hari ini kebetulan kami libur, mereka berlima menjemput saya ke rumah di Kota Baru untuk pergi memancing di Pantai Lagoi,” kata Aidi paman dari korban.

Kelima rekannya yakni Aidi, 48, Tauhid, 48, Ilham Mustaqim, 20, dan Ismail, 22, serta Husin, 35.

Korban dan para rekannya pada awalnya memancing di atas bebatuan berukuran besar yang ada di pinggir pantai. Lalu sekitar pukul 12.30 WIB, korban dan rekannya istirahat untuk makan siang.

Korban pun mengarungi air dengan berjalan di tepian batu yang saat itu ketinggian air masih di bawah dada orang dewasa.

Hanya saat akan mengambil rotinya yang diletakkan di belakang pikap, roti tersebut sudah hilang diduga diambil monyet. Sehingga mereka hanya memakan ikan hasil pancingan dengan dibakar.

“Korban sempat ambil kepiting yang ditangkapnya kemudian dibelahnya dan dimakannya,” kata ia.

Selanjutnya, mereka kembali lagi memancing sekitar pukul 13.00 WIB. Tiga orang memancing di atas bebatuan. Sedangkan korban dan dua orang lainnya memancing dengan mengarung di dalam air.

“Air sudah surut saat itu. Saya, Husin dan korban memancing dengan melempar joran tali pancing sambil berjalan mengarung air laut,” kata ia.

Setelah beberapa kali melempar joran, ia mengatakan, korban sempat berteriak meminta tolong.

Husin berdiri paling dekat dengan korban secara spontan melempar joran tali pancing. Namun, tidak tergapai oleh korban.

“Saya mencoba mengejarnya, namun arus airnya sangat kencang kayak ditarik sesuatu,” kata ia.

Tim SAR Gabungan saat menyisir lokasi hilangnya korban di pantai Lagoi Bay, Kamis (31/10). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Tidak dapat mengejar korban, Aidi mengangkat tangan dengan memberikan tanda kepada awak kapal yang berada di boat yang berlabuh dekat lokasi.

“Saya angkat tangan melambai ke mereka untuk meminta tolong. Korban sempat membuka baju dan berenang. Saat itu kapalanya masih terlihat di permukaan, namun lama kelamaan tidak nampak. Saat kapal sudah mendekat, korban sudah tidak terlihat lagi,” kata ia.

Saat itu yang dilakukan mereka berusaha mencari korban, namun korban sudah terseret arus yang sangat kencang.

“Saya langsung telepon istri saya dan istri yang menghubungi sekuriti BRC,” kata ia.

Tidak lama anggota Kepolisian dari Polsek Bintan Utara berusaha mencari korban. Namun belum berhasil ditemukan.

Pencarian juga dilakukan oleh anggota Satpolair Polres Bintan dan SAR Tanjungpinang dengan boat seadanya.

Hingga sekitar pukul 18.00 WIB lewat, pencarian dihentikan.

Ia mengatakan, tidak menyangka korban akan tenggelam. Korban baru lulus dari sekolahnya setahun lalu dari SMA di Tanjungpinang.

“Baru tamat sekolah, baru mulai bekerja. Dia biasanya memancing juga, namun baru kali ini kami memancing bersama. Korban juga bisa berenang,” kata ia.

Dikatakannya tidak ada firasat akan kehilangan korban. Namun, sebelum berangkat korban sempat membelikan jajan ke adiknya.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Arbaridi Jumhur mengatakan, pencarian untuk malam ini dihentikan. Namun, upaya pencarian terhadap korban akan kembali dilanjutkan pada Jumat (1/11).

“Besok jam 06.00 WIB pagi, pencarian akan kami lanjutkan,” kata ia. (met)