Nasional

Buron Lima Tahun, Terpidana Bank Century Ditangkap

ilustrasi

PRO BINTAN – Kejaksaan Agung berhasil mengamankan buronan ke-346 selama dua tahun terakhir. Buronan yang diamankan kali ini adalah Stefanus Farok Nurtjahja, terpidana kasus Bank Century.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri menerangkan, Stefanus diamankan pada Selasa sore (29/10). Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan intelijen dari Kejagung, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dalam Program Tangkap Buronan (Tabur).

Tim intelijen gabungan Program Tabur, lanjut Mukri, menerima informasi keberadaan Stefanus di sebuah rumah makan pada Selasa sore. “Stefanus diamankan di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta sekitar pukul 17.00 tanpa ada perlawanan,” jelas Mukri.

Stefanus dinyatakan bersalah berdasarkan Putusan MA Nomor 535 K/Pid.Sus/2014 tanggal 14 Juli 2014. Bersama dua terdakwa lain, Raden Mas Johanes Sarwono dan Umar Muchsin, Stefanus terbukti bersalah karena menerima uang senilai Rp 1,1 miliar dari Toto Kuntjoro. Mukri menerangkan, uang miliaran itu disalurkan melalui Toto dari Robert Tantular.

Sebelumnya, sesuai putusan MA tersebut, dijelaskan bahwa Stefanus merupakan direktur utama PT Nusa Utama Sentosa (NUS). Dalam kasus ini, dia selaku pengurus di perusahaan tersebut menerima uang dari Robert sebagai usaha penggelapan dana nasabah Century.

Robert sendiri merupakan pemilik saham Bank Century yang telah dijatuhi pidana penjara sejak 2008. Robert terbukti bersalah dalam kasus tindak pidana penggelapan, penipuan, dan pencucian uang terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century.

Meskipun dijatuhi pidana penjara 21 tahun atas beberapa kasus, Robert sudah dinyatakan bebas bersyarat dan tidak lagi mendekam di hotel prodeo sejak 25 Juli 2018. Dia mendapat remisi 74 bulan 110 hari atau sekitar 77 bulan.

Stefanus dijatuhi hukuman pidana penjara 6 tahun dalam putusan tahun 2014 itu. Dengan denda mencapai Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan. Sebelum dieksekusi, Mukri menjelaskan Stefanus langsung melarikan diri dan baru bisa tertangkap setelah kurang lebih lima tahun buron. Begitu ditangkap Selasa, Stefanus lantas digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba Selasa malam untuk mulai menjalani masa hukumannya tersebut. (deb/oni)