Ragam

Perangi Cyber Crime, Jamin Cyber Security

ilustrasi

PRO BINTAN – Menkominfo Johnny G Plate punya seabrek pekerjaan rumah warisan dari pendahulunya, Menkominfo Rudiantara. Ia ditinggali kelanjutan megaproyek jaringan tulang punggung internet Palapa Ring. Harus dipastikan agar proyek triliuan rupiah tersebut bermanfaat.

Ini yang akan menjadi fokus utama dari kerjanya sebagai Menkominfo selama 5 tahun kedepan. “Kami akan pastikan kalau infrastruktur komunikasi ini manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” katanya.

Selepas dilantik, tidak ada kegiatan lain yang dilakukan Johnny selain menggelar rapat maraton dengan para Dirjen, Sekjen, Irjen, dan kepala badan teknis di lingkungan Kominfo. Selain memastikan bisa dirasakan manfaatnya, Johnny mengatakan dirinya juga harus memastikan bahwa infrastruktur ini dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Hal ini bukan tugas yang mudah. Ada banyak isu pelik yang berkembang saat arus digital semakin deras. Ada hoax, ujaran kebencian, fitnah, isu perlindungan data pribadi. Dari yang skala kecil, sampai yang bisa mengancam ketahanan negara.

Jhonny mengatakan, dda dua arus besar kerja Kominfo kedepannya. Pertama berperan sebagain Government Public Relation atau humas pemerintah. Ia akan memastikan Kominfo menjadi ujung tombak dalam mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan dan capaian-capaian negara.

“Biar rakyat tahu secara pasti. Bisa mengambil bagian langsung dalam segala gerak langkah pembangunan,” katanya.

Yang kedua adalah pelaksana teknis digital. Baik layanan komunikasi, maupun dukungan terhadap terbentuknya atmosfir ekonomi digital. Dalam hal ini, keduanya tidak bisa dicapai tanpa disertai regulasi dan pengawasan yang kuat.

“Kementerian ini akan mengambil bagian. Dan bersama-sama dengan penyelenggara lainnya, memastikan cyber security, dan mengatasi cyber crime,” katanya.

Johnny menginginkan semua sumber daya digital baik infrastuktur maupun platform digitial digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Bukan digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain seperti menyebarkan berita palsu, memfitnah dan memantik kerusuhan.

”Tentu kita akan ambil tindakan-tindakan. Tapi edukasi dan literasi tetap yang utama. Jika sudah dilakukan literasi dan edukasi masih saja. akan ada penegakan hukum. Periode , sudah banyak pemblokiran akun. Saya kira bisa ditindaklanjuti dengan tindakan hukum” katanya.

“Untuk itu, dengan sangat hormat mengajak bangsa masyarakat untuk mengunakan digital platform dengan cerdas demi kebaikan bangsa dan negara.

Meski demikian, ia mengatakan kebijakan Kominfo nanti tetap dalam koridor perlindungan. Bukan semata untuk membatasi hak warga negara dalam berekspresi dan menyampaikan pendapat. Perlindungan juga tidak dimaksudkan untuk membatasi lalu lintas data. Namun agar hak dan kewajiban masing-masing warga terjamin.

Untuk menjamin Cyber Security ini, ia akan melakukan pendekatan legislasi primer. Utamanya untuk kedaulatan data Indonesia, juga perlindungan terhadap data pribadi (PDP) warga negara. UU PDP sendiri sudah mangkrak bertahun-tahun di DPR.

“Saya akan komunikasi dengan kawan-kawan di Parlemen, minta untuk masuk prioritas Prolegnas,” jelasnya.

Kedaulatan data, kata Johnny tidak bisa diartikan sempit dengan hanya melindungi data kemudian di taruh di suatu tempat. Namun pada mengendalikan manfaat data-data tersebut untuk kepentingan ketahanan negara.

Dalam bidang infrastruktur, Johnny mengatakan akan melanjutkan arahan presiden membangun 4.000 BTS seluruh Indonesia untuk menutup blank spot sampai ke daerah 3T. Sementara di udara, ia menyatakan Indonesia masih butuh tambahan satelit multi fungsi.

Untuk memastikan terbangunnya ekonomi digital, ia akan melanjutkan upaya Rudiantara membangun 1000 start-up dengan tetap mendukung start up yang sudah ada. “Yang masih kecil kita besarkan sampai jadi unicorn, yang sudah unicorn kita naikkan jadi decacorn” katanya.

Legislasi primer juga nantinya dibutuhkan untuk menyelesaikan UU Penyiaran yang juga sudah bertahun-tahun mangkrak karena tidak sepahamnya penyelenggaran penyiaran. Hal ini mencegah Indonesia untuk melangkah ke era TV Digital.

Johnny berharap UU Penyiaran bisa segera selesai, sehingga pada tahun 2024 indonesia sudah bisa melakukan analog switch off (ASO). “Tapi kalau bisa lebih cepat, kenapa tidak,” katanya. (tau)