Peristiwa

Akmal Ditemukan Mengapung di Celah Batu Pantai

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban yang tenggelam saat memancing di pantai Lagoi Bay, setelah ditemukan meninggal dalam kondisi mengapung di salah satu celah batu pantai, Jumat (1/11). F.Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Akmal Budiantoro, 18, pekerja PT MKS, Lagoi yang menjadi korban tenggelam saat memancing dengan mengarung di Pantai A9 Lagoi Bay, Kawasan Wisata Lagoi, Bintan pada Kamis (31/10) siang akhirnya ditemukan meninggal.

Seorang nelayan yang hendak memancing dan melintas di perairan Pantai Indah, Lagoi menemukan korban sudah mengapung di salah satu celah batu pantai pada Jumat (1/11) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kepala Kepolisian Sektor Bintan Utara Komisaris Polisi Arbaridi Jumhur membenarkan korban sudah ditemukan.

Korban, kali pertama ditemukan nelayan yang melintas di perairan Pantai Indah Lagoi.

“Korban sudah meninggal dalam kondisi ditemukan mengapung di salah satu celah batu pantai,” kata ia.

Kejadian ini dilaporkan ke petugas setempat. Aparat dari Kepolisian Sektor Bintan Utara berkoordinasi dengan Tim SAR Tanjungpinang untuk mengevakuasi korban.

Setelah dievakuasi, korban diserahkan ke rumah duka di Teluk Sebong. Di sana juga dilakukan visum luar terhadap tubuh korban.

“Visum luar dilakukan dokter dari petugas puskesmas,” kata ia.

Dari pemeriksaan itu, ia menyebut, korban ditemukan sudah tidak menggunakan baju dan menggunakan celana panjang Levis bertuliskan Expert beserta tali pinggang warna hitam.

“Kita telah menyerahkan jasad korban ke keluarga untuk dimakamkan,” kata ia.

Diberitakan sebelumnya, korban bersama lima pemancing lainnya pergi ke Pantai A9 Lagoi Bay untuk memancing.

Siang itu setelah istirahat makan siang, korban, bersama dua pemancing, satu diantaranya pamannya bernama Aidi memancing dengan mengarung.

Saat memancing dengan mengarung itu, korban terseret arus dan terbawa sampai tenggelam.

Pamannya berusaha menolong korban. Bahkan meminta bantuan ke kru kapal yang kebetulan berada di perairan itu. Namun, sebelum berhasil diselamatkan, korban sudah keburu tenggelam.

Sore itu, pihak kepolisian dan SAR Tanjungpinang yang menerima informasi dari sekuriti PT BRC langsung melakukan pencarian.

Dikarenakan kendala cuaca dan penerangan, pencarian dihentikan sementara pada Kamis (31/10) sekitar pukul 18.00 WIB dan dilanjutkan pada Jumat (1/11) hingga akhirnya korban ditemukan mengapung. (met)