Politik

Mantan Bupati Bintan Maju Pilgub Kepri

Tokoh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H Ansar Ahmad.F.Istimewa

PRO BINTAN – Mantan Bupati Bintan dua periode, Ansar Ahmad akhirnya mendaftar sebagai Calon Gubernur (Cagub) Kepri melalui Golkar. Keputusan pria yang kini menjadi anggota DPR RI itu diambil setelah munculnya berbagai spekulasi politik.

Wakil Ketua Bidang Humas DPD  Golkar Kepri, Suyono mengatakan, Ansar juga mendaftar sebagai Cagub Kepri melalui NasDem dan Gerindra.

Suyono menegaskan, Golkar memberi porsi yang sama kepada tokoh lainnya yang mendaftar di partai ini, termasuk kepada Ansar yang menjabat sebagai ketua DPD Golkar Kepri.

“Tidak ada yang dianaktirikan, porsinya sama. Ada mekanisme dalam proses penjaringan yang harus dilewati yakni survei elektabilitas dan popularitas dari DPP  Golkar,” ujarnya.

Selain Ansar, sejak beberapa hari lalu, sejumlah politikus dari internal  juga mendaftar di  Golkar seperti Huzrin Hood, Ismeth Abdullah, Taba Iskandar, Raja Bachtiar, Raja Syahniar Usman, Fauzi Bahar dan Berto.

“Ada lima kader internal Golkar yang mendaftar di Golkar seperti Ismeth Abdullah, Raja Syahniar, Taba Iskandar, Raja Bachtiar, dan Ansar Ahmad. Ini menunjukkan Golkar memiliki kader potensial,” ujarnya.

Suyono tidak menampik Ansar memberi sinyal kuat untuk menjadi kandidat Pilkada Kepri 2020. Apalagi Ansar mendapat dukungan yang cukup besar dari internal maupun eksternal partai, meski baru bersifat informal.

Ansar yang baru sebulan menjabat sebagai anggota DPR dipastikan memiliki kalkulasi politik sehingga memutuskan untuk mendaftar sebagai cagub.

“Politikus seperti Ansar tentu sudah matang. Tidak ada istilah dalam dirinya trauma politik sehingga tidak berani mencalonkan diri pada pilkada,” kata Suyono saat ditanya apakah Ansar tidak trauma terhadap kekalahan sebagai cawagub mendampingi Soerya pada Pilkada Kepri 2015.

Sementara, Gerindra potensial mengusung Ansar pada Pilkada Kepri 2020.

Sinyal itu dipancarkan pengurus Gerindra Kepri ketika utusan dari Ansar mengambil formulir pendaftaran sebagai cagub-cawagub di sekretariat Gerindra Kepri.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk Pak Ansar. Tentu ini sebuah penghargaan besar bagi kami ketika beliau ingin mendapat dukungan dari kami,” kata Sekretaris Gerindra Kepri, Onward Siahaan.

Onward yang juga ketua Fraksi Gerindra DPRD Kepri memuji Ansar. Menurut dia, Ansar memiliki pengaruh terhadap pembangunan di Kepri.

Kepemimpinan Ansar juga sudah teruji ketika menjabat sebagai Bupati Bintan selama dua periode. Infrastruktur yang dibangun di Bintan merupakan karya pemerintah dan masyarakat Bintan ketika Ansar menjabat sebagai bupati.

Pada Pemilu Legislatif 2019, Ansar juga sudah membuktikan bahwa dirinya didukung oleh mayoritas pemilih dibanding calon anggota DPR lainnya. Suara yang diperoleh Ansar tertinggi di Kepri.

Selain itu, Ansar berhasil mendorong istrinya, Dewi Kumalasari, memperoleh suara tertinggi kedua sebagai anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Bintan-Lingga. Bahkan suara yang diperoleh berhasil menaikkan satu caleg lainnya di partai berlambang Pohon Beringin itu.

“Pak Ansar sudah teruji, disukai masyarakat, dan berpengalaman di pemerintahan. Beliau memulai karier sebagai ASN, kemudian terjun ke dunia politik sehingga kami tidak meragukan pengalamannya,” tuturnya.

Terkait isu Ansar tersandera kasus sehingga tidak berani mencalonkan diri sebagai cagub maupun cawagub, Onward mengatakan isu itu hanya sebagai bentuk ketakutan, yang tidak sampai sekarang tidak terbukti. Buktinya, Ansar bisa mendapatkan SKCK karena tidak cacat secara hukum.

“Lihat saja, Ansar melaju hingga menjabat sebagai anggota DPR tanpa masalah. Saya rasa isu itu tidak perlu dikembangkan untuk mewujudkan pilkada yang santun, dan mengandalkan ide, gagasan sebagai landasan dalam menciptakan pilkada yang sehat dan damai,” katanya. (nip/ant/gun)