Internasional

Mendag RI Juga Tawarkan Bintan ke Singapura

PRO BINTAN – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Agus Suparmanto mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing, di sela-sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand.

“Indonesia menjunjung tinggi kerja sama ekonomi dengan Singapura yang selama ini telah terbangun dengan baik,” kata Agus.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia-Singapura, khususnya melalui enam kelompok kerja yang telah terbentuk, yaitu Batam, Bintan, dan Kawasan Ekonomi Khusus Karimun; investasi; tenaga kerja; transportasi; agribisnis; dan pariwisata.

Selain itu, kedua menteri mendiskusikan secara intensif perkembangan perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dan strategi dalam menyelesaikan isu-isu yang masih menjadi kendala, seperti akses pasar.

Mendag RI mengapresiasi langkah Singapura yang telah membantu kemajuan perundingan RCEP.

Selain itu, Mendag RI meminta dukungan dalam menyelesaikan beberapa isu yang masih terkendala serta menekankan urgensi sentralitas ASEAN dan satu suara dalam upaya penyelesaian perundingan.

“Indonesia mendorong agar seluruh teks perjanjian dapat difinalisasi dan perundingan akses pasar segera diselesaikan, sehingga RCEP dapat ditandatangani pada akhir tahun depan”, kata Mendag Agus.

RCEP merupakan konsep kerja sama ekonomi yang melibatkan 10 negara anggota ASEAN dan enam negara mitra ASEAN yaitu Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan India.

Perundingan RCEP telah dimulai sejak 2013 dan Indonesia bertindak sebagai negara koordinator (country coordinator).

Jika berhasil disepakati, RCEP akan menjadi pakta regional terbesar dunia yang mencakup 47 persen populasi dunia, 32 persen perekonomian global, 29 persen perdagangan global, serta 32 persen arus investasi dunia.

RCEP akan menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi seluruh anggota. Bagi Indonesia, RCEP memiliki arti penting guna meningkatkan perdagangan luar negeri di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Mendag Chan memuji Indonesia dalam memimpin perundingan RCEP.

Menurut dia, banyak perkembangan kesepakatan yang sudah terjadi untuk menyelesaikan perundingan RCEP tahun ini.

Singapura merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Asia Tenggara dengan total perdagangan bilateral pada 2018 mencapai 34,4 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 16,61 persen dari 2017 yang sebesar 29,6 miliar dolar AS.

Pada 2014-2018, tren perdagangan kedua negara meningkat rata-rata sebesar 4,23 persen per tahun. Pada 2018, ekspor Indonesia sebesar 12,9 miliar dolar AS dan impor sebesar 21,4 miliar dolar AS.

Produk ekspor utama Indonesia yaitu minyak dan gas, emas dan perhiasan, timah, serta peralatan dan perlengkapan elektronik.

Sebaliknya, produk impor utama Indonesia dari Singapura yaitu minyak dan gas, emas dan perhiasan, produk kimia, serta peralatan dan perlengkapan elektronik. (ant/gun)