Peristiwa

Dihantam Ombak, KM Putra Pantai Solop Karam

Nakhoda dan KKM Kapal Putra Pantai Solop yang selamat, di Polres Karimun, Jumat (1/11).
(Sandy Pramosinto/Pro Karimun)

PRO BINTAN – KM Putra Pantai Solop, GT 5 berbendera Indonesia yang berangkat dari Pelabuhan Batu Pahat, Johor Bahru, Malaysia tujuan ke Tembilahan, Riau pada Kamis (31/10) mengalami musibah tenggelam. Peristiwa ini terjadi di Perairan Pulau Pisang, Malaysia.

“Di dalam kapal ada tiga orang. Saya selaku nakhoda bersama Arbain sebagai kepala kamar mesin dan Samsul sebagai kru kapal,” ujar Rusli.

Dikatakannya, dari Tembilahan ke Batu Pahat kapal mereka membawa muatan gula merah atau gula aren dan jahe. Setelah selesai bongkar, maka Kamis (31/10), mereka kembali berangkat pulang dalam keadaan kapal kosong.

Kapal tersebut meninggalkan pelabuhan di Batu Pahat itu, sekitar pukul 17.00 WIB. Dan, sekitar pukul 23.00 WIB, kapal dihantam gelombang dan langsung bagian kapal pecah. Tidak butuh waktu lama kapal akhirnya tenggelam. Beruntung, dia bersama dua orang rekannya sudah menggunakan life jacket. Sehingga, tidak ikut tenggelam bersama dengan kapal pompong.

“Kita terapung-apung sekitar 7 jam dan tadi pagi (kemarin, red) pukul 06.00 WIB diselamatkan oleh kapal pesiar. Apa namanya saya sudah tidak memperhatikan lagi. Apalagi, kondisi saya sudah lemah. Sesampainya di kapal pesiar, kami bertiga diberi makanan dan pengobatan. Selanjutnya diserahkan ke Maritim Malaysia di Johor Bahru,” jelasnya.

Kasat Poalir Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus menyebutklan, sejak Jumat dini hari pukul 02.00 WIB pihak sudah mendapatkan informasi tentang kapal tenggelam.

“Pukul 03.00 WIB kita langsung bergerak menggunakan kapal patroli ke lokasi Karimun Anak dan Takong Hiu. Namun, tidak ditemukan. Pagi harinya, pukul 06.00 WIB kita memang melihat ada kapal pesiar yang berlayar sedikit maju dan mundur. Namun, tidak mengetahui kalau ada evakuasi warga kita,” paparnya.

Tidak begitu lama, lanjut Sitorus, dari Maritim Malaysia memberikan informasi bahwa ada WNI yang mengalami musibah kapal tenggelam dan diminta untuk penjemputan. Akhirnya, kapal Patroli Polair masuk ke kawasan perairan Malaysia untuk melakukan penjemputan. Dan, saat ini ketiga korban kapal sudah selamat berada di Mapolres Karimun. (san)