Politik

Soerya Gandeng Isdianto, Siapkan Jargon SIPP

Bakal calon gubernur Soerya Respationo dan bakal cawagub Isdianto menandatangani kontrak politik di Kadin Kepri. (Cecep Mulyana/batampos.co.id)

PRO BINTAN – Mantan Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo memastikan maju ke Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri 2020 mendatang. Ia juga memastikan mengandeng Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, untuk posisi Kepri 2 (wakil gubernur).

“Saya bulat dan sepenuhnya yakin berpasangan dengan Pak Isdianto pada Pilgub tahun depan,” ujar Soerya, di sela-sela kunjungannya ke kantor Kadin Kepri di Batamkota, Jumat (1/11).

Soerya menambahkan, meski penentu final ada di DPP PDIP, namun selaku ketua DPD PDIP Kepri, Soerya mengaku sudah berkoordinasi dan mengusulkan ke DPP PDIP bahwa ia akan berpasangan dengan Isdianto di Pilgub Kepri 2020 mendatang.

“Insya Allah, pasangan ini (Soerya-Isdianto) tidak akan berubah,” tegasSoerya.

Isdianto yang hadir juga membenarkan ia akan berpasangan dengan Soerya. Soerya di posisi calon gubernur, sedangkan dirinya di posisi calon wakil gubernur.

Untuk persyaratan pada Pilgub Kepri 2020, lanjut Soerya, minimal harus memiliki 20 persen (9 kursi) dukungan dari 45 kursi DPRD Kepri.

“Kami PDIP ada 8 kursi, ditambah dari PKB 3 kursi, jadi total 11 kursi. Artinya saya dengan Pak Isdianto sudah memiliki tiket untuk maju Pilgub tahun depan, tiket itu sudah aman,” ujar Soerya.

Soerya juga akan berkomunikasi dengan parpol lain untuk menambah dukungannya maju berpasangan dengan Isdianto di Pilgub tahun depan.

Soerya juga berjanji seandainya nanti terpilih memimpin Kepri bersama Isdianto, akan secepatnya mewujudkan pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen. Itu sebabnya, ia dan Isdianto datang ke Kantor Kadin Kepri untuk menandatangani kontrak komitmen meningkatkan dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen di Kepri, khususnya Batam.

“Menyikapi pertumbuhan ekonomi di Kota Batam dan Kepri yang saat ini lagi drop, kami melihat bukan karena para pelaku ekonomi, tapi tata kelola pemerintah daerah yang salah,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang penting. Tapi jangan sampai mengorbankan sektor informal. Sebab, yang menjalankan sektor informal itu sebagian besar adalam masyarakat kecil, PKL, dengan UMKM-nya.

“Merekalah yang lebih tangguh daripada pengusaha papan atas di saat pertumbuhan ekonomi lagi down. Mereka mampu bertahan untuk perputaran ekonomi lapis bawah. Seperti misalnya penggusuran, kalau tak disertai dengan penataan, tak akan menyelesaikan masalah. Intinya jangan matikan sektor informal,” terangnya.

Menurutnya penghambat sulitnya pertumbuhan ekonomi salah satunya disebabkan tata kelola pemerintah daerah yang belum beres dan belum pas. Mental dan atittude ASN yang harus diperbaiki.

“Tak 100 persen ASN itu jelek, tapi harus diakui masih banyak ASN yang melenceng dari tupoksinya. Ini tugas utama kepala daerah nanti untuk membenahi internal mereka ke dalam, baru bisa bicara investasi tumbuh 7 persen. Kalau ASN nya sudah bekerja bagus dan lurus, tata kelola pemerintahnya bagus, ekonomi ternyata masih drop, berarti pengusahanya yang tak cerdas dan tak beres,” tegas Soerya yang juga memperkenalkan jargonnya pada Pilgub Kepri yakni SIPP (Soerya-Isdianto Pasti Paten). (gas)