Pariwisata

Gaet Wisman, Kemenpar Sajikan Otak-otak hingga Jamu

Kartini, wanita yang menyajikan minuman tradisional jamu dengan gerobaknya saat menuangkan minuman jamu untuk disuguhkan ke seorang wisman. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ekonomi Kreatif (EK) / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia memiliki cara unik untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman) agar kembali berkunjung ke Bintan.

Salah satunya dengan menyajikan kuniler khas nusantara misalkan sate ayam dan daging, martabak, serabi, otak-otak, gado-gado, nasi goreng, mie goreng hingga bermacam jenis jamu nusantara.

Seorang pejabat di Kemenpar EK / Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif RI, Rinto Taufik Simbolon mengatakan, Kemenpar EK / Badan Pariwisata EK selalu memberikan dukungan penuh terhadap pariwisata di Bintan melalui event-event perpaduan wisata olahraga yang dihelat.

Salah satu contoh yang dilakukan Kemenpar kata ia memberikan dukungan event tahunan Bintan Lagoon Resor Presiden Cup 2019 yang dilaksanakan 2-3 November 2019.

Dukungan Kemenpar EK / Badan Pariwisata EK pada event ini, kata ia, memfasilitasi gala dinner yang menyuguhkan kuliner nusantara bagi wisman yang berpartisipasi dalam event tersebut.

“Gala dinnernya difasilitasi Kemenpar. Ini kita sajikan kuliner nusantara yang rasanya dijamin fantastik,” kata ia.

Ia berharap, rasa rempah dalam kuliner nusantara yang tidak dimiliki negara lain dapat meninggalkan kesan yang baik dan tidak terlupakan bagi wisman.

Sehingga wisman yang telah mencicipi kuliner nusantara khas Indonesia berkeinginan kembali berkunjung ke Bintan.

Stan otak-otak laris manis diserbu wisman. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Kartini Afriani, seorang penjaga stan jamu dengan gerobaknya mengatakan, baru kali ini jamu disuguhkan ke wisman.

“Kita ada suguhkan Wedhang Jahe, Bir Pletok khas Betawi dan Rucuh Asam Jawa,” sebut wanita berparas manis ini.

Ia mengatakan, wisman sangat excited saat merasakan jamu yang disuguhkan saat itu.

“Pertama banyak yang bilang aneh setelah mencicipinya, namun tegukan selanjutnya mereka justru bilang suka,” kata ia.

Tak hanya jamu yang laris manis dikelilingi wisman, stan otak-otak kuliner khas Melayu ini pun ramai antrean wisman.

“Ya laris manis. Baru dipanggang, sudah ramai yang antre,” kata Dedi, lelaki yang menjaga stan otak-otak.

Ia mengatakan, otak-otak yang disajikah ke wisman banyak disukai rata-rata oleh wisman dari Singapura dan Cina.

“Tadi kita ada pepes, cuma sudah habis,” kata ia tersenyum. (met)