Olahraga

Son Diejek Mata Sipit, Balo dengan Suara Monyet

ilustrasi

PRO BINTAN – Son Heung-min dan Mario Balotelli sama-sama jadi sasaran ejekan berbau rasial. Tidak dalam satu laga, melainkan dalam dua laga berbeda di dua tempat dan liga yang juga berbeda. Son di laga matchweek 11 Premier League di Goodison Park, dan Balo dalam giornata 11 Serie A di Marc’Antonio Bentegodi.

Jika fans Verona bersuara seperti suara monyet untuk menghina Balo, maka fans Everton memakai gestur seolah-olah matanya sipit. Biasanya, gestur itu dipakai untuk mengejek pemain dari negara Asia termasuk Son. Ejekan si mata sipit itu didapat Son saat dia akan meninggalkan lapangan setelah dikartu merah pada menit ke-79.

Kartu merah itu diberikan wasit Martin Atkinson setelah Son dianggap melanggar Andre Gomes sampai cedera engkel kanan. Itu yang diklaim menjadi alasan Evertonian–fans Everton–mengejek Son.

“Son terpukul dan menangis saat aku mendatanginya. Tapi (soal cedera Gomes), itu bukan salahnya,” ucap Dele Alli, gelandang dan rekan seklub Son di Tottenham Hotspur. Di laga itu, Everton dan Spurs bermain imbang 1-1.

Bagi Son ini kali kedua dia mengalaminya. Sebelumnya, 2017 silam, Son jadi target dari fans Milwall saat mencetak hat-trick di Piala FA. Saat itu, FA menjatuhkan denda EUR 10 ribu, atau sebesar Rp 181 juta untuk Milwall. Lantas, bagaimana dengan kejadian di Goodison Park? Pihak The Toffees–julukan Everton–sudah melakukan investigasi kepada fansnya.

“Ini bentuk dukungan kami untuk mengutuk segala bentuk penghinaan yang berbau rasis di sepak bola. Perilaku seperti ini tak punya tempat di stadion kami, klub kami, komunitas kami, dan permainan klub kami,” tulis Everton dalam pernyataan resminya. Media-media dari Inggris seperti The Sun atau Daily Mail sudah mempublikasikan foto pelakunya.

Son memang tak sekuat Balo. Maklum, striker yang berjuluk Super Mario itu sering jadi sasaran ejekan “suara monyet” di mana pun dia bermain. Bahkan ketika dia masih main di Liga Prancis. Makanya, begitu dia mendengar ada suara monyet dari tribun fans Verona, dia berjalan keluar lapangan.

Balo pun menendang bola ke arah tribun fans Verona yang dia anggap sumber dari suara monyet tersebut. “Kepada orang-orang di Curva yang membuat suara monyet bagiku, Anda tak tahu malu, tidak tahu malu, tak tahu malu. Ingat Anda melakukannya di depan anak-anak Anda, istri Anda, orang tua Anda, keluarga dan teman-teman Anda. Memalukan,” tulis Balotelli dalam keterangan di bawah unggahan video dalam akun Instagram-nya, @mb459. Satu gol Balo tidak cukup menyelamatkan Brescia dari kekalahan 1-2 dari Verona.

Berbeda dengan Everton yang mengambil sikap, pihak Verona malah menutup mata soal tudingan pelecehan rasisme itu. “Aku konfirmasi, kami sama sekali tak mendengar apa-apa soal itu (suara monyet). Fans Verona bergairah, namun mereka tidak rasis,” klaim Chairman Verona,  Maurizio Setti, dilansir laman Football Italia. (ren)