Metro Bintan

Edutech for Children Berakhir, Siswa Tak Canggung lagi dengan Teknologi

Foto bersama pelajar yang mengikuti program edutech for choldren dan manajemen Banyan Tree dan UMRAH beserta pihak sekolah saat penutupan program yang berlangsung di gedung community centre Kecamatan Teluk Sebong di Simpang Lagoi, Rabu (6/11) sore. F.Banyan Tree untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Program edutech for children yang ditaja Banyan Tree dan mahasiswa UMRAH di tiga sekolah yang ada di Kecamatan Teluk Sebong telah berakhir dengan sukses.

Penutupan program ini berlangsung di gedung community centre Kecamatan Teluk Sebong di Simpang Lagoi, Rabu (6/11) sore.

Ketua Pelaksana program Edutech for Children, Desi Oktavia mengatakan, program ini telah selesai dilaksanakan di tiga sekolah di Kecamatan Teluk Sebong.

“Dua sekolah dasar di SDN 001 dan SDN 004 Teluk Sebong dan SMPN 24 Teluk Sebong,” sebutnya.

Bagi pelajar SD, diajarkan desain dan menjalankan aplikasi desain, sedangkan pelajar SMP mendapat pelajaran merancang prototipe.

“Siswa merasa senang, mereka yang awalnya takut-takut menggunakan mouse dan laptop, sekarang tidak canggung lagi dan bisa mendesain,” kata ia.

Manager CSR Banyan Tree, Henry A Singer mengatakan, sebenarnya banyak yang dipetik dari kegiatan positif ini.

“Bukan belajar teknologi saja, tapi belajar kepribadian dan kekompakan tim,” kata ia.

Ia berharap, program ini ke depannya bisa lebih baik lagi. Terlebih, Presiden RI, Joko Widodo telah meminta ke Mendikbud yang baru untuk melakukan transformasi besar-besaran pada pendidikan teknologi digital.

“Kita di Kabupaten Bintan sudah mulai dengan hal itu,” kata ia.

Siswa SMPN 24 Bintan, Alex mengatakan, program ini banyak dirasakan manfaatnya.

“Kami menjadi mengetahui bagaimana dasar-dasar teknologi dan merancangnya. Oh ternyata begini caranya, ternyata tidak mudah ya,” timpal Amanda siswa lainnya.

Hal ini diaminkan oleh Kepala SMPN 24 Bintan, Yoniswan. Ia mengatakan, siswanya sangat antusias mengikuti program ini.

Kendati beberapa kali pertemuan, dengan sekali pertemuan selama 1,5 jam, namun menurutnya, dampaknya sangat dirasakan pelajar.

“Saya berharap program positif ini dilanjutkan,” kata ia mengakhiri. (met)

Loading...