Metro Bintan

FSPMI Usulkan UMK Bintan Tahun 2020 Rp 4 juta

Rapat pembahasan UMK Bintan tahun 2020 yang dilakukan DPK Bintan di Kantor Bupati Bintan, Rabu (6/11). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan mengusulkan besaran upah minimum kabupaten (UMK) Bintan tahun 2020 sebesar Rp 4.001.447 atau naik sekitar 19 persen.

Sedangkan pemerintah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bintan, dan beberapa serikat pekerja lainnya seperti FSPSI Reformasi, PC FAP PAR SPSI, DPC FSP LEM SPSI, FKUI SBSI mengusulkan besaran UMK Bintan tahun 2020 sebesar Rp 3.648.714 atau naik sekitar 8,51 persen.

Dua besaran UMK Bintan tahun 2020 itu mencuat dalam rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Bintan dalam rapat pembahasan UMK Bintan 2020 di kantor Bupati Bintan, Selasa (6/11).

Ketua Konsulat Cabang FSPMI Bintan, Andi Sihaloho mengatakan, pihaknya mengusulkan UMK Bintan tahun 2020 naik sekitar 19 persen.

Ia menjelaskan, alasannya karena survei Komponen Hidup Layak (KHL) yang dilakukan internal FSPMI Bintan sekitar Rp 4 juta.

Selain itu, ia melihat kenaikan iuran BPJS sekitar 100 persen juga langkah pemerintah menarik subsidi listrik juga akan berdampak terhadap buruh dan masyarakat.

“Itulah alasan kenapa kami mengusulkan kenaikan 19 persen atau naik menjadi Rp 4 juta lebih, karena upah yang berkisar 8,51 persen jauh dari survei internal kita,” kata ia.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan, Indra Hidayat mengatakan, usulan kenaikan UMK Bintan 2020 ada dua usulan yang diakomodir dari hasil rapat DPK Bintan.

Kedua usulan tersebut, akan disampaikan ke Bupati Bintan.

“Dua angka besaran tersebut diusulkan oleh dewan pengupahan Kabupaten Bintan kepada Bupati,” katanya.

Selanjutnya, Bupati yang akan menentukan nilai besaran UMK yang akan diusulkan ke Gubernur.

“Usulan tersebut akan mengacu pada peraturan yang berlaku yaitu PP 78 tahun 2015,” jelasnya. (met)

Loading...