Peristiwa

Sebelum Berkelahi, Korban Sempat Pergi ke Lokalisasi

Polsek Gunung Kijang menggelar rekonstruksi tewasnya Fendi, ABK yang berkelahi dan tewas mengapung di perairan Pelabuhan Pasir, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Senin (30/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Kijang melakukan rekonstruksi tewasnya Fendi, 30, anak buah kapal yang ditemukan terapung di perairan Pelabuhan Pasir, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan pada Senin (30/9) lalu.

Rekonstruksi berlangsung di lokasi kejadian pada Selasa (5/11). Dalam rekonstruksi itu dilakukan 10 adegan. Dalam adegan pertama, korban dan teman-temannya baru pulang dari lokalisasi, kemudian mereka melanjutkan minum-minuman beralkohol di kapal.

Saat adegan itu, korban dan temannya bernama Anas sempat terlibat adu mulut.

“Korban sempat menasehati Anas agar tidak nakal lagi dan mengancam akan memukul,” kata Kapolsek Gunung Kijang, AKP Monang P Silalahi.

Tanpa sebab, korban langsung memukul Anas. Ia malah terlibat perkelahian dengan temannya bernama Rusdianto yang merupakan tersangka yang saat itu sedang tidur.

“Rusdianto yang lagi tidur dibangunkan dan ditantang berkelahi. Disini, Rusdianto bangun dan menerima tantangan korban,” kata ia.

Rusdianto lantas memukul korban beberapa kali hingga korban bergerak mundur ke tepi dermaga dan terjatuh ke laut.

“Melihat korban jatuh, Rusdianto diam saja berdiri di dermaga. Kemudian Rusdianto dan teman-temannya mencari korban, namun sampai sekitar pukul 04.00 WIB, korban tidak ditemukan,” ungkapnya.

Pagi itu, korban ditemukan mengapung sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Rekonstruksi ini dilakukan sebanyak 10 adegan. Dikatakannya rekonstruksi ini juga untuk memenuhi petunjuk dari jaksa penuntut umum dalam melengkapi berkas.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 7 tahun penjara. Sementara tersangka Rusdianto menuturkan, saat korban terjatuh dia hanya diam berdiri di tepi dermaga.

“Saya pukul 4 kali kemudian dia oleng dan bergerak mundur akhirnya jatuh ke laut,” katanya.

Saat itu setelah kejadian, teman-temannya dan dirinya berusaha menolong korban namun korban sudah tidak kelihatan.

“Karena masih ngantuk berat, saya melanjutkan tidur lagi. Paginya korban sudah ditemukan meninggal dalam keadaan mengapung,” kata ia. (met)