Peristiwa

Warga Keluhkan Jalan Berdebu

Imbas Pekerjaan Penataan Kawasan Simpang Km 16

Kendaraan melintas di lokasi pekerjaan penataan kawasan persimpangan Km 16, Toapaya, Bintan pada Kamis (7/11). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sejumlah warga yang melintas di lokasi pekerjaan proyek bundaran penataan kawasan persimpangan Kilometer 16 di jalan Tanjungpinang-Tanjunguban, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Bintan mengeluhkan jalan yang berdebu.

Seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas, Alpa mengeluhkan, imbas dari pekerjaan proyek bundaran penataan kawasan persimpangan Km 16 jalan Tanjungpinang-Tanjunguban.

Kendaraan alat berat yang lalu lalang di lokasi proyek membuat jalan menjadi kotor maupun berdebu.

“Jalan aspal jadi berdebu, tertutupi tanah dan bebatuan,” kata ia.

Ia berharap jalan yang berdebu dan kotor karena tertutup tanah dan bebatuan agar segera dibersihkan.

“Supaya tidak membahayakan pengguna jalan,” kata ia.

Mintahuddin, warga lainnya juga mengeluhkan hal senada.

“Kalau panas berdebu, kalau hujan jalan jadi licin,” kata ia.

Penataan kawasan persimpangan Kilometer 16 dikerjakan 2 tahap dengan total anggaran sekitar Rp 11,5 miliar. Tahap I dikerjakan pada 2018 dengan menelan anggaran sekitar Rp 6,5 miliar. Tahap kedua menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar pada 2019.

Penataan kawasan persimpangan Kilometer 16 menghubungkan beberapa jalur akses jalan ialah akses jalan menuju ke pusat pemerintahan Kabupaten Bintan di Bintan Buyu, jalan menuju Kijang, Kecamatan Bintan Timur dan Kecamatan Gunung Kijang serta akses jalan ke kawasan wisata Pantai Trikora. Penataan kawasan persimpangan ini ke depan akan menjadi ikon baru wisata di Kabupaten Bintan. (met)