Peristiwa

Terkendala Perizinan, Pengusaha Bus Wisata Tunda Bayar Pajak

Wakil Ketua DPD Organda Kepulauan Riau, Elvi Edison. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sejumlah pengusaha bus wisata di Bintan dan Tanjungpinang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengaku banyak yang belum mamahami sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (online sistem submission/oss) untuk mendapatkan nomor induk berusaha (NIB).

Wakil Ketua DPD Organda Kepulauan Riau, Elvi Edison mengatakan, adanya perubahan perizinan dari biasanya ke sistem perizinan berusaha terintegritas secara elektronik yang sekarang ini membuat pengusaha banyak yang belum memahaminya.

“Kalau dulu kan SIUP SITU, sekarang ganti NIB. Kemudian harus aktifkan UKL UPL, amdal dan harus lampirkan uji KIR,” jelas ia.

Dikatakannya beberapa pengusaha bus wisata baik yang ada di Bintan dan Tanjungpinang masih berusaha melengkapi persyaratan perizinan untuk mendapatkan nomor induk berusaha.

Persoalan mencuat kata ia, dimana saat ini beberapa bus wisata yang dimiliki pengusaha, pajak kendarannya telah habis masa berlakunya.

“Pengusaha tidak keberatan bayar pajak namun anggota kami digiring bayar pajak pelat hitam(pribadi), sedangkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNBKnya) kuning,” kata ia, hal ini membuat pengusaha menunda pembayaran pajak kendaraan.

Ia berharap pihak Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Kepulauan Riau  memberikan kemudahan ke pengusaha bus wisata yang ingin membayar pajak kendaraan yang telah habis masa berlakunya.

“Kami berharap bisa difasilitasi Dispenda Provinsi. Kami juga bersedia membuat surat pernyataan bila diperlukan agar kami bisa membayar pajak kendaraan sambil kami menyelesaikan proses perizinan,” kata ia.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Reni Yusneli belum memberikan keterangan resmi terkait hal ini. (met)

Loading...