Peristiwa

Warga Mantang Lama Kesulitan Air, Terpaksa Beli Air Rp 40 Ribu per Drum

Ilustrasi. F.pixabay.com

PRO BINTAN – Warga Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan kesulitan mendapatkan air bersih. Akibatnya, mereka harus membeli air Rp 40 ribu per drum.

Seorang warga, Amat mengatakan, ada 200 an kepala keluarga (KK) di desa tersebut yang belum mendapatkan pelayanan air bersih.

“Karena sulit air, warga terpaksa membeli air Rp 40 ribu per drum,” kata ia.

Sebenarnya, menurut ia, pemerintah pusat siap mengucurkan anggaran untuk mengatasi wilayah yang kesulitan air bersih yakni melalui program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas).

Hanya, kata ia, melalui program ini tidak serta merta bantuan yang dikucurkan sepenuhnya anggaran pemerintah pusat.

“Harus ada dana sharing, dana pendamping dari desa sebesar 10 persen dari nilai total pembangunan sarana air,” kata ia.

Persoalan muncul, menurut ia, kepala desa terkesan sulit memberikan persetujuan untuk pembangunan sarana air bersih yang sumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sementara District Coordinator Pamsimas Bintan, Fasola ketika dikonfirmasi mengatakan, program ini baru akan dilaksanakan pada tahun 2020 apabila ada permintaan melalui proposal dari masyarakat.

“Warga yang mengajukan proposal ke Bappeda, lalu harus mendapat persetujuan Bupati Bintan baru bisa dilaksanakan,” kata ia.

Untuk mendapatkan bantuan program ini, ia menjelaskan, harus mendapatkan dana pendampingan dari dana desa sebesar 10 persen.

“Jadi rinciannya 70 persen APBN, 20 persen swadaya masyarakat bisa berupa tenaga ataupun uang serta 10 persen sharing dari dana desa,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah menyosialisasikan ke masyarakat bahkan melakukan komunikasi ke pemerintah desa.

“Sudah kita lakukan pendekatan ke pemerintah desa, namun kades masih ada agenda di luar kota kemungkinan sampai Jumat,” kata ia.

Kades Mantang Lama, Zaidi hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.

Informasi diperoleh di lapangan, para kepala desa se-Kabupaten Bintan berangkat ke Bandung untuk menghadiri rapat koordinasi (rakor) dan bimbingan teknik (bimtek) tentang peningkatan kapasitas dan wawasan kepala desa. (met)