Metro Bintan

Bentuk Ampera, Warga Perjuangkan Hak atas Lahannya Dikembalikan

Terkait Patok Hutan Lindung di Kawasan Pemukiman

Salah seorang tokoh masyarakat Bintan yang dinobatkan sebagai Ketua Ampera, Iman Ali. F.Dokumentasi pribadi untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Warga Bintan yang merasa senasib sepenanggungan karena lahannya dipasang patok hutan lindung membentuk wadah bernama Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera).

Salah seorang tokoh masyarakat Bintan yang dinobatkan sebagai Ketua Ampera, Iman Ali mengatakan, dibentuknya Ampera diawali keresahan masyarakat setelah adanya kegiatan pemasangan patok hutan lindung yang tidak disosialisasikan di kawasan pemukiman masyarakat.

“Kami dan beberapa warga awal mulanya meminta penjelasan ke bu Camat. Karena tidak ada jawaban dari alasan kegiatan ini, makanya kami minta jawaban pejabat pemerintah kabupaten dan provinsi, namun tidak ada juga yang bisa memberikan penjelasan,” kata ia saat ditemui di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (12/11) sore.

Dia juga mengatakan, sebenarnya cuman ada 6 titik kawasan hutan lindung namun kenapa sekarang kawasan hutan lindung masuk ke kawasan pemukiman penduduk dengan alasan untuk program TORA.

“Harusnya bukan lahan masyarakat yang sudah ada alashak dan sertifikatnya dijadikan hutan lindung,” kata ia.

Selain itu, katanya, adanya pemasangan patok hutan lindung ini membuat pemerintah desa tidak mengeluarkan lagi surat tanah dan bank tidak lagi menerima surat tanah baik alashak dan sertifikat untuk dijadikan jaminan usaha.

Atas dasar itu, warga membentuk Ampera yang mana di dalamnya bermacam suku dan agama yang memperjuangkan hak atas tanahnya.

“Di Ampera ini kita bersatu untuk bersama-sama berjuang meminta patok hutan lindung dicabut dan hak atas tanah milik kami dikembalikan,” kata ia.

Diberitakan sebelumnya warga resah karena adanya kegiatan pemasangan patok hutan lindung di kawasan pemukiman warga. Akibat kegiatan yang tidak disosialisasikan ini, warga kesulitan mengurus pengoperan surat dan urusan perbankan ditolak. (met)