Peristiwa

Terkait Kasus Dugaan Penggelapan Lahan, Iwan Kurniawan Penuhi Panggilan Penyidik

Iwan saat memenuhi panggilan penyidik terkait dugaan kasus pengelapan lahan di Unit I Satreskrim Polres Bintan, Kamis (14/11). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan lahan lebih kurang seluas 7 Hektare (Ha) di Kampung Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Iwan Kurniawan memenuhi panggilan penyidik.

Lelaki yang berprofesi sebagai pengacara ini memenuhi panggilan penyidik, Kamis (14/11) siang. Ia diperiksa di ruang Unit I Satuan Reskrim Polres Bintan di Bintan Buyu.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin membenarkan, Iwan Kurniawan datang memenuhi panggilan penyidik.

“Diperiksa sebagai saksi,” kata ia.

Dia mengatakan, penyidik masih mengambil keterangan Iwan terkait laporan dugaan penipuan dan pengelapan dengan korban bernama Kok Ming.

“Kita tunggu hasil dari pemeriksaan,” kata ia.

Iwan terlihat kooperatif saat dimintai keterangan penyidik Unit Satreskrim Polres Bintan meskipun sehari sebelumnya pada Rabu (13/11) siang Iwan sempat datang memenuhi panggilan penyidik namun tidak sempat diperiksa.

Diberitakan sebelumnya, awalnya korban Kok Ming warga Tanjungpinang membeli lahan seluas 7 hektare (Ha) di Kampung Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang.
Lahan milik Susafat tersebut dibelinya melalui perantara Iwan Kurniawan.

Harga lahan yang disepakati Rp 910 juta, korban telah mencicil sebanyak 11 kali dengan total uang yang baru dibayar sekitar Rp 335 juta.

Sejalan waktu, korban tidak mnerima surat-surat lahan yang sudah dijanjikan, padahal korban sudah menyerahkan sejumlah uang kepada Iwan Kurniawan.

Susafat yang punya lahan dalam kasus ini tidak mau terlibat, makanya Susafat mengembalikan uang yang sudah dia terima sekitar Rp 80 juta ke Kok Ming. (met)