Peristiwa

Belum Kembalikan Uang Kerugian Desa, Kades Kukup, Tambelan di Bintan Minta Perpanjangan Waktu

Kades Kukup, Tambelan, Hadran Ahmad ketika mengembalikan uang kerugian desa yang baru dikembalikan Rp 50 juta. F.Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Bintan masih menunggu Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) terkait kerugian dana desa yang belum dikembalikan Kepala Desa Kukup, Kecamatan Tambelan.

Sebagaimana diketahui Kades Kukup, Hadran Ahmad diduga melakukan perbuatan korupsi yang menimbulkan kerugian negara pada dana desa tahun anggaran 2016 sebesar lebih kurang Rp 280 juta.

Dari jumlah itu, Hadran Ahmad baru mengembalikan kerugian desa sebesar Rp 50 juta. Sedangkan sisanya sekitar Rp 230 juta belum dikembalikan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin mengatakan, pihaknya masih menunggu APIP karena setelah proses pengembalian uang kerugian negara, kasus ini kembali diserahkan ke APIP sebagai instansi yang melakukan pembinaan terhadap kepala desa yang tersangkut permasalahan hukum.

Kepala Inspektorat Bintan, RM Akib mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan permohonan Kepala Desa Kukup yang meminta perpanjangan waktu pengembalian uang kerugian desa.

“Kami masih mempertimbangkan permohonannya meminta perpanjangan waktu, masih kita bahas apakah bisa atau tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Terkait apakah bisa atau tidak, ia masih mendiskusikan. (met)