Peristiwa

Terbongkar Pencabulan Kakak Beradik di Bintan setelah Rahasia Bapak Kandung Terkuak

Si bapak kandung tersangka kasus pencabulan terhadap kakak beradik di Bintan. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kasus pencabulan kakak beradik sebut saja masing-masing bernama Bunga, 10, siswi kelas 4 Sekolah Dasar (SD) dan Mawar, 9, yang masih duduk di bangku kelas 3 SD di Bintan terbongkar setelah rahasia tersangka yang merupakan bapak kandung mereka bernama Junaidi alias Ajun, 40, terkuak ke ibunya.

Pencabulan ini terkuak pada Selasa (12/11) pagi saat ibu korban mengomel terkait ketidaksukaannya terhadap suaminya karena tidak diberi uang belanja, padahal uang tersebut untuk membeli susu kedua putrinya.

Saat itu, si adik berceloteh bahwa dirinya juga tidak suka terhadap bapaknya.

“Saat itu, ibunya mencari tau alasan si adik tidak menyukai bapaknya. Terkuak lah setelah si adik mengatakan kalau ada rahasia antara si adik dan bapaknya,” ungkap Kapolsek Gunung Kijang AKP Monang P Silalahi saat jumpa pers di markas Polsek Gunung Kijang, Jumat (15/11).

Setelah dipancing oleh ibunya, kata ia, si adik menceritakan bahwa kalau rahasia si bapak dibongkar maka si bapak bisa dilaporkan ke polisi.

Akhirnya setelah didesak, si adik mengaku bahwa dirinya telah dicabuli bapak kandungnya. Tak lama setelah pengakuan si adik, si kakaknya juga mengaku menerima perbuatan keji bapaknya.

“Jadi modusnya karena si bapak kerjanya di kelong dan malam hari, siangnya si bapak berada di rumah. Sementara si ibu tidak di rumah, karena berjualan ikan teri,” jelasnya.

“Saat bapaknya tidur, datanglah anaknya ke kamar. Di sana, si anak dibujuk untuk membuka celana dan si bapak juga membuka celananya. Saat itu, alat kelamin si bapak dimasukkan ke dalam anus anaknya,” kata ia menjelaskan.

Pencabulan kakak beradik ini berlangsung tiga kali. Sekali terhadap kakaknya di bulan Agustus dan dua kali terhadap adiknya di bulan Oktober 2019.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Monang P Silalahi didampingi Kanit Reskrim Ipda H Ady saat jumpa pers kasus pencabulan kakak beradik di Bintan, di markas Polsek Gunung Kijang Jumat (15/11). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

“Oktober dua kali, awal bulan dan pertengahan,” kata ia.

Setelah mendengar cerita miris dari anaknya, Rabu (13/11), ibunya mengadukan ke Polsek Gunung Kijang. Dua jam setelah menerima laporan, anggota Polsek Gunung Kijang menjemput si bapak kandung.

“Langsung kita jebloskan ke sel,” kata ia.

Dari kasus ini, pihaknya menyita barang bukti mulai 1 helai celana warna hijau, kaos singlet warna putih, celana dalam warna merah jambu ada motif hello kity, kaos lengan pendek warna merah jambu dan celana pendek warna merah jambu dan 1 helai celana warna merah jambu motif micky mouse.

Selain itu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan visum terhadap alat kelamin kedua korban.

“Hasil visum ada luka di bagian anus. Kalau kelaminnya tidak,” katanya.

Sementara apa yang melatarbelakangi kasus ini? Ia mengatakan masih dalam penyelidikian. Namun setiap melakukan perbuatannya, si bapak sadar telah berbuat salah.

“Setelah mencabuli anaknya, si bapak sadar salah. Tapi dia ulangi lagi ke adiknya,” kata lelaki yang pernah menjabat Kasat Intel Polres Bintan ini.

Akibat perbuatan kejinya, si bapak dijerat pasal 82 Ayat ( 3) Jo Pasal 76 E UURI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan peraturan pemerintah pengganti UURI No.1 Tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas UURI No. 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak.

“Si bapak terancam kurungan 15 tahun penjara,” tutupnya. (met)