Peristiwa

APIP Akan Serahkan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Kukup di Bintan ke APH

Kades Kukup, Tambelan, Hadran Ahmad saat mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 50 juta dari total kerugian sekitar Rp 280 juta, belum lama ini. F.Satreskrim Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) akan menyerahkan kasus dugaan korupsi dana desa Kukup di Kecamatan Tambelan, Bintan ke Aparat Penegak Hukum (APH) setelah Kepala Desa Kukup, Hadran Ahmad tidak bisa mengembalikan uang kerugian desa.

Kepala Inspektorat Bintan, RM Akib mengatakan, kasusnya akan diserahkan ke Polres Bintan.

“Akan kita serahkan ke Polres. Saat ini lagi kami proses,” kata ia.

Sebelumnya, RM Akib mempertimbangkan permintaan Kades Kukup yang meminta perpanjangan waktu pengembalian uang kerugian desa.

“Kami masih memperimbangkan permohonan yang bersangkutan minta perpanjangan waktu, masih kita bahas apakah bisa atau tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata ia waktu itu.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin mengatakan, pihaknya masih menunggu kasus ini diserahkan dari APIP.

“Kalau sudah diserahkan ke kita akan ditindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku,” kata ia, Senin (18/11).

Diberitakan sebelumnya, APIP menemukan kerugian penggunaan dana desa tahun anggaran 2016.

Dimana, Pj Kades Kukup, Jerry Nauli Siregar telah mengembalikan Rp 26 juta.

Sedangkan Kades Kukup, Hadran Ahmad baru mengembalikan uang kerugian desa sekitar Rp 50 juta dari total kerugian dana desa yang ditimbulkan sekitar Rp 280 juta. Sehingga sisa uang kerugian negara yang belum dikembalikan sekitar Rp 230 juta. (met)