Metro Bintan

Produk Sule dan Jeruk Nissam Ciptaan Siswa SMKN I Gunung Kijang Laris Manis

Produk minuman kesehatan yang dipasarkan dalam pameran saat pameran produksi pertanian dalam rangka Hari Kesehatan ke 55 tahun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (17/11). F.SMKN I Gunung Kijang untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri I Gunung Kijang, Bintan mengikuti pameran produksi pertanian dalam rangka Hari Kesehatan ke 55 tahun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (17/11).

Dalam bazar itu, siswa memamerkan produk-produk minuman kesehatan, sayur dan buah-buahan organik.

Pembimbing kegiatan Teaching Factory (TEFA) SMKN I Gunung Kijang, Mustafa Kamal mengatakan, keikutsertaan siswanya dalam pameran produksi pertanian untuk memperkenalkan produk minuman kesehatan yang diciptakan siswa SMKN I Gunung Kijang.

Ada dua produk minuman kesehatan yang dipamerkan dalam acara itu yakni susu kedelai (sule) dan sari jeruk nipis dan sambal (jeruk nissam).

“Alhamdulillah diminati masyarakat dan laris manis. Saat bazar habis 100 botol minuman sule dan sari jeruk nissam,” kata ia.

Lantas apa keunggulan minuman ini? Ia menjelaskan, pastinya minuman kesehatan ini tidak menggunakan bahan pengawet namun kaya gizi dan vitamin.

Sebenarnya dua produk minuman kesehatan ini menurut ia, bagian dari program teaching factory (TEFA) yang dikerjakan oleh siswa.

Program TEFA adalah model pembelajaran berbaris produk (barang dan jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

Pengunjung membeli produk minuman kesehatan yang ditawarkan siswa saat pameran produksi pertanian dalam rangka Hari Kesehatan ke 55 tahun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (17/11). F.SMKN I Gunung Kijang untuk Batam Pos.

Ia juga mengatakan, SMKN 1 Gunung Kijang sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan PT Sari Buah Lestari (SBL), Bogor.

Sebagaimana diketahui, PT SBL, Bogor memproduksi minuman jeruk lemon.

“Guru pertanian SMK kita dilatih di Biotrop, salah satunya untuk bikin susu kedelai dan sari jeruk, dengan narsum dari PT SBL,” kata ia.

Dari pelatihan itu, ia mengatakan, guru menularkan ilmu yang didapat ke siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Hasilnya, sekarang siswa pertanian gencar memproduksi minuman kesehatan sule dan jeruk nissam dan minuman tersebut dijual di lingkungan sekolah.

Tidak hanya di lingkungan sekolah, minuman kesehatan tersebut juga dipasarkan di lokasi wisata yang ada di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

“Per minggu, mereka mampu memproduksi per kelompoknya dimana 5 orang siswa sebanyak 300 botol dengan keuntungan Rp 900 ribu. Di sekolah ada 5 kelompok, sehingga keuntungan satu minggu bisa mencapai Rp 4,5 juta,” jelasnya. (met)