Metro Bintan

Hingga November, Pelamar CPNS Bintan Capai 200-an Orang

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bintan, Irma Annisa. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Hingga Senin (18/11) kemarin, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bintan mencatat sudah 200an orang pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 untuk sejumlah formasi penerimaan CPNS 2019 di Kabupaten Bintan.

“Sampai semalam (Senin) sudah 200-an lebih,” katanya, Selasa (19/11). Ia memprediksi, jumlah pelamar CPNS untuk Kabupaten Bintan akan bertambah karena pendaftaran CPNS 2019 di Kabupaten Bintan sampai dengan tanggal 28 November 2019.

Dikarenakan sebelumnya terjadi kesalahan teknis sehingga membuat pendaftaran CPNS 2019 untuk Kabupaten Bintan diundur mulai tanggal 14 sampai dengan 28 November 2019 dan tahapan verifikasi mulai tanggal 15 November sampai dengan 8 Desember 2019.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan membuka posko terkait penerimaan CPNS 2019 di Bintan Expo Center di Pamedan, Tanjungpinang.

Hal ini dilatarbelakangi sinyal internel yang kualitasnya kurang baik dan lampu sering padam di kawasan Bintan Buyu.

“Kasihan pelamar kalau di Bintan Buyu. Orang mau daftar tidak bisa karena sinyal internet kurang bagus dan lampu sering mati,” ujarnya.

Di Bintan Expo Center kata ia sudah disediakan lampu dan sinyal internet yang kualitasnya sudah lebih baik.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bintan membuka seleksi penerimaan CPNS tahun 2019 sebanyak 152 formasi dengan rincian 12 formasi tenaga kesehatan dan 140 formasi tenaga teknis.

Dari 152 formasi yang tersedia, ada 3 alokasi untuk formasi penyandang disabilitas. Adapun 12 formasi tenaga kesehatan yang tersedia ialah 1 untuk jabatan ahli pertama (apoteker), 5 untuk jabatan ahli pertama (perawat), 1 orang untuk jabatan ahli pertama (sanitarian), 2 orang untuk jabatan pelaksana/ terampil (asisten apoteker) dan 3 orang untuk jabatan pelaksana/terampil (bidan).

Sedangkan formasi tenaga teknik, diantaranya 11 orang untuk jabatan penyusun program anggaran dan pelaporan, 1 diantaranya penyandang disabilitas.

Kemudian 11 orang untuk jabatan verivikator keuangan, 9 orang untuk jabatan pengelolaan administrasi pemerintahan, 8 orang untuk pengadministrasian keuangan dan masih banyak formas lainnya. (met)