Peristiwa

Kades Kukup, Tambelan Kembali Kembalikan Uang Kerugian Desa Rp 21 Juta

Pengembalian uang kerugian desa pada Desa Kukup di Polres Bintan, pada Senin (14/10) lalu. F.Satreskrim Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Kades Kukup, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Hadran Ahmad kembali mengembalikan uang kerugian desa sebesar Rp 21 juta terkait kasus penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2016.

Dengan demikian, uang kerugian desa yang telah dikembalikan baru Rp 71 juta dari total kerugian desa sebesar Rp 280 juta.

Sehingga sisa uang kerugian negara yang masih harus dikembalikan sekitar Rp 209 juta.

Setelah diberikan tempo tiga hari terhitung sejak habisnya masa pengembalian uang kerugian desa pada 9 November 2019 lalu, Kepala Inspektorat Bintan, RM Akib mengatakan, Kades Kukup kembali mengembalikan uang kerugian desa ke kas desa sebesar Rp 21 juta.

Dia juga mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan permintaan Kades Kukup yang meminta perpanjangan uang pengembalian kerugian desa ke kas desa.

“Lagi kita pelajari dalam satu dua hari ini dengan pembina pengawas,” kata ia.

Sebelumnya RM Akib mengatakan pihaknya akan menyerahkan kasus ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Bintan karena Kades Kukup belum sanggup mengembalikan total semua kerugian uang desa yang ditimbulkan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin sebelumnya mengatakan pihaknya masih menunggu kasus ini diserahkan APIP.

“Kalau sudah diserahkan, kami akan menindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku,” kata ia.

Diberitakan sebelumnya, setelah dilakukan pemeriksaan, APIP menemukan kerugian dana desa pada tahun anggaran 2016.

Kerugian dana desa pertama ditimbulkan saat Pj Kades Kukup dijabat Jerry Nauli Siregar dengan kerugian desa mencapai kisaran Rp 26 juta lebih.

Namun, Pj Kades Jerry Nauli Siregar yang menjabat sebelum Hadran Ahmad telah mengembalikan penuh kerugian dana desa ketika ia menjabat.

Kerugian dana desa ditimbulkan saat Hadran Ahmad menjabat sebagai Kades dengan kerugian sekitar Rp 280 juta.

Namun pada Senin (14/10) lalu, Hadran Ahmad baru mengembalikan kerugian desa sekitar Rp 50 juta, sisanya saat itu masih sekitar Rp 230 juta akan dilunasi berikutnya. (met)