Peristiwa

Warga Bintan Kaget Ditagih Iuran BPJS Kesehatan Lewat SMS dan Whatsapp

Pesan dari BPJS Kesehatan yang bekerjasama dengan Kades JKN dalam hal menagih tunggakan iuran BPJS Kesehatan ke masyarakat yang menjadi peserta mandiri. F.Istimewa

PRO BINTAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai menagih tunggakan iuran peserta BPJS mandiri.

Seorang peserta BPJS Kesehatan jalur mandiri mengaku bernama Suna mengatakan, dirinya kaget menerima pesan singkat melalui aplikasi whatsapp. Bunyinya bahwa dirinya memiliki tunggakan iuran BPJS sebesar lebih kurang Rp 300 ribu lebih.

“Kaget la, bener atau tidak pesan ini,” kata warga Toapaya ini.

Dalam pesan tersebut, dirinya diminta segera melakukan pembayaran di kanal pembayaran BPJS Kesehatan diantaranya melalui pembayaran di sejumlah bank.

Kalau benar pengirim pesan Whatsapp dari BPJS Kesehatan, ia merasa BPJS Kesehatan sudah seperti penagih utang.

“Dah macam penagih utang beneran,” kata ia.

Sementara itu Kepala BPJS Bintan, Anggriyani Dahlan membenarkan bahwa ada pesan singkat baik melalui sms atau Whatsapp berupa pemberitahuan untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Pesan ini baik melalui whatsapp atau pesan singkat ini bukan hoaks, karena menurut ia, sudah dilakukan secara rutin oleh pihaknya yang bekerjasama dengan kader JKN.

“Iya, kami bekerjasama dengan kader JKN untuk menagih iuran kepeserta yang menunggak dilakukan melalui telepon dan datang ke rumah dengan dilengkapi identitas petugas. Namun, kader JKN lebih diutamakan kunjungan ke rumah-rumah,” kata ia.

Terkait hal ini, ia mengimbau agar masyarakat yang memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan ayar membayar iuran BPJS Kesehatan secara rutin setiap bulannya.

Dia juga menyarankan untuk kemudahan dan menghindari dari kelupaan, masyarakat bisa melakukan pembayaran autodebet melalui rekening bank pembayaran iuran. (met)