Peristiwa

Kapolsek Tambelan : Usaha Karaoke Harus Izin Masyarakat

Kapolsek Tambelan Ipda Missyamsu Alson saat acara besembang becerita dan coffee morning tiga pilar Kapolres, Camat dan Danramil dengan lurah dan kades yang dilaksanakan di Kedai Kopi Sudimampir, Desa Kampung Melayu, Tambelan pada Jumat (22/11). F.Polsek Tambelan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Perkelahian di salah satu kafe atau tempat karaoke di Pasar Bersama Kelurahan dan Desa di Kecamatan Tambelan, beberapa waktu lalu mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan Tambelan.

Persoalan perkelahian ini pun mencuat pada kegiatan besembang becerita dan coffee morning tiga pilar Kapolres, Camat dan Danramil dengan lurah dan kades yang dilaksanakan di Kedai Kopi Sudimampir, Desa Kampung Melayu, Tambelan pada Jumat (22/11).

Sekretaris Camat Tambelan, Suhardi mengatakan, terkait perkelahian tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Pasar Bersama Desa dan Kelurahan dalam hal ini Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) terkait perizinan usaha kafe atau tempat karaoke di pasar tersebut.

Ia juga mengharapkan setiap pemilik aset yang berada di pasar bersama baik pemerintah kelurahan atau pemerintah desa untuk mengetahui pemanfaatan asetnya.

“Saya minta rekomendasi sebelum dikeluarkan izin sesuai dengan aturan dan pemanfaatan,” kata ia.

Kepala Desa Kampung Melayu, Daron Alexander mengatakan, untuk permasalahan perkelahian di kafe yang berada di Pasar Bersama Kelurahan dan Desa, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin karena pengelolaan pasar dikelola oleh BKAD.

Sekretaris Lurah Teluk Sekuni, Mirzain mengatakan, setiap desa atau kelurahan memang memiliki 2 sampai 3 pintu kios di pasar tersebut.

Namun, menurut ia, kunci yang dimiliki Desa Pulau Pinang diambil oleh pengelola pasar. Akan tetapi, ketika kisonya digunakan oleh warga Desa Kampung Melayu untuk usaha, namun hal tersebut tidak dilaporkan ke Desa Pulau Pinang.

Sekcam Tambelan, Suhardi mengatakan, meskipun dikelola oleh pengelola pasar, namun setiap desa dan kelurahan wajib mengetahui dan melakukan pengecekan terkait penggunaannya sehingga tidak disalahgunakan.

Kapolsek Tambelan Ipda Missyamsu Alson mengatakan, pihaknya meminta perizinan dikeluarkan pemerintah kecamatan namun setelah mendapat rekomendasi dari pemerintah desa dan kelurahan.

Terkait masalah perizinan, ia meminta agar dibicarakan.

“Saya minta perizinan dilengkapi, terlebih untuk usaha karaoke agar memiliki izin dari masyarakat di sekitarnya,” tutupnya. (met)