Kabar Pemkab

Wakil Bupati Hadiri Rapat Kordinasi Kelembagaan Pelaksanaan P4GN

Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam memberikan cendera mata batik padi emas kepada Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan saat rapat kordinasi kelembagaan tentang pelaksanaan P4GN di Provinsi Kepualaun Riau di Ballroom Hotel Harmoni One, Batam Center, Batam pada Selasa (26/11). F.Dinas Kominfo Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menghadiri rapat kordinasi kelembagaan tentang pelaksanaan P4GN di Provinsi Kepualaun Riau di Ballroom Hotel Harmoni One, Batam Center, Batam pada Selasa (26/11).

Rapat ini membahas terkait implementasi Inpres No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN) di kabupaten / kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala BNNP Kepulauan Riau Brigjen Pol Richard Nainggolan saat membuka rakor mengatakan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah ini bertujuan untuk menciptakan sinergitas pelaksanaan tugas BNNP dan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Inpres No. 6 Tahun 2018, yaitu tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN).

Semakin meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat setiap tahunnya tentunya diperlukan langkah dan upaya yang konkret dari berbagai pihak untuk mencegah penyalahgunaan narkoba

Makanya, lanjut ia, pihaknya akan terus mendorong dan melakukan koordinasi kepada setiap instansi pemerintah daerah untuk berperan aktif bersama BNN dalam perang melawan narkoba.

“Tentunya setelah pelaksanaan rapat ini diharapkan setiap instansi minimal bisa menjalankan Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Aksi P4GN, dengan cara membentuk satgas artinya mereka bisa mandiri utuk melakukan pencegahan dan penyalahgunaan narkoba itu sendiri,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Dalmasri Syam mengatakan ada tiga permasalahan besar yang menjadi penyakit di lingkungan masyarakat termasuk lingkungan pemerintah yaitu korupsi, teroris dan narkoba.

Jika mengambil perbandingan dalam sebuah pohon, lanjutnya, sebenarnya yang paling berat adalah narkoba karena dia adalah akar, sedangkan teroris batang dan korupsi sebagai buah.

“Jika batang pohon ditebang akar bagus maka pohon akan tumbuh lagi, sedangkan kalo buah diambil dia akan berbuah lagi, oleh karena itu, akarnya lah yang harus kita hancukan,” kata ia mengibaratkan.

Oleh karena itu, ia mengatakan, perlu adanya perhatian khusus pemerintah dalam memberantas itu semua, perlu juga kebijakan secara nasional sampai ke daerah secara tegas, terhadap keberpihakan pemerintah dalam rangka membantu BNN untuk memberantas narkoba di Indonesia.

“Tanggung jawab menyelamatkan generasi bangsa adalah tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab individu,” tegasnya. (met)