Peristiwa

Pembongkaran Konstruksi Lantai Jembatan Tanah Merah Timbulkan Biaya Rp 75 Juta

Pekerja melakukan pekerjaan di proyek pembangunan jembatan Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

PRO BINTAN – Konstruksi lantai atas jembatan Tanah Merah, yang sempat ambles pada pekerjaan tahun 2018 di Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Bintan menimbulkan biaya pembongkaran.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin membenarkan adanya biaya  pembongkaran konstruksi lantai jembatan yang sempat ambles pada pekerjaan tahun 2018 di Kampung Tanah Merah, Desa Penaga.

Dikatakannya, awalnya kontraktor pertama diputus kontraknya karena konstruksi lantai atas jembatan ambles pada pekerjaan tahun 2018. Saat itu, hanya 35 persen fisik proyek yang dinilai sesuai konstruksi yang layak untuk dibayarkan ke pihak kontraktor pertama. Dimana, nilai kontrak proyek saat itu sekitar Rp 10 miliar. Sedangkan konstruksi jembatan yang ambles tidak dibayarkan.

“Ada uang jaminan sekitar Rp 1,4 miliar yang menjadi jaminan,” paparnya.

Kemudian proyek jembatan dilanjutkan pihak kontraktor kedua pada pekerjaan tahun 2019. Seiring berjalan, muncul biaya pembongkaran struktur lantai jembatan senilai lebih kurang Rp 75 juta.

“Awalnya belum diketahui secara pasti apakah biaya pembongkaran konstruksi lantai atas jembatan ini masuk dalam anggaran selanjutnya atau tidak,” ujarnya.

Terkait hal ini, pihaknya telah berkonsultasi dengan mengambil keterangan dari ahli LPJK dan ahli keuangan.

Pekerja melakukan pekerjaan di proyek pembangunan jembatan Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

“Kalau tadinya biaya Rp 75 juta yang ditimbul akibat pembongkaran struktur lantai atas tidak dibicarakan bersama dan tidak dianggarkan pada pekerjaan tahun 2019, maka bisa jadi masalah,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya ternyata biaya  pembongkaran sekitar Rp 75 juta tersebut sudah dibicarakan dan masuk dalam penganggaran pekerjaan lanjutan yang dikerjakan tahun 2019 ini.

“Ya ternyata biaya pembongkaran konstruksi lantai atas sudah dimasukkan dalam anggaran pekerjaan lanjutan tahun 2019 dengan total pekerjaan lebih kurang Rp 7 miliar,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pekerjaan jembatan Tanah Merah dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar lebih tidak selesai dikarenakan konstruksi lantai atas jembatan ambles pada pekerjaan tahun 2018.

Kemudian BP Kawasan FTZ Bintan memutus kontrak pekerjaan pihak kontraktor pertama dalam hal ini PT Bintang Fajar Gemilang pada 2018.

Kemudian pekerjaan dilanjutkan pada 2019 dengan nilai kontrak Rp 7,3 miliar oleh CV Bina Mekar Lestari dengan konsultan CV Vitech Pratama Consultan. (met)