Peristiwa

Speedboat dan RoRo Uban – Punggur Dialihkan Lewat Perairan Ngenang

Angin Kencang dan Ombak Tinggi

Anggota Polair Polres Bintan memastikan penumpang speedboat memakai life jacket di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kamis (5/12). F.Satpolair Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Lintasan speedboat dan kapal RoRo Tanjunguban, Bintan-Telagapunggur, Batam dialihkan ke jalur dalam atau melewati perairan depan Pulau Ngenang.

Kasat Polair Polres Bintan AKP Suardi mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan Syahbandar baik di Tanjunguban dan Kijang.

Dari kordinasi itu, Syahbandar Tanjunguban telah mengalihkan lintasan speedboat dan kapal RoRo Tanjunguban-Telagapunggur yang biasa melalui jalur luar atau jalur biasanya.

Namun, menurut ia dikarenakan cuaca buruk seperti angin kencang dan gelombang tinggi membuat lintasan speedboat dan RoRo dialihkan ke jalur dalam.

“Dialihkan melewati jalur perairan depan Pulau Ngenang,” ujarnya.

Pihak Syahbandar Tanjunguban juga memastikan tidak ada penundaan keberangkatan untuk lintasan speedboat dan kapal RoRo dari Tanjunguban-Telagapunggur.

“Pelayaran Tanjunguban-Telagapunggur masih normal,  “imbuhnya.

Dari kordinasi Syahbandar Kijang, ia mengatakan, untuk speedboat penumpang ke pulau dari Pelabuhan Pantai Indah Kijang menuju pulau – pulau di Kecamatan Mantang dan Kecamatan Bintan Pesisir masih tetap normal.

“Hingga saat terakhir pelayaran, belum ada penundaan,” katanya.

Ia juga mengimbau operator transportasi laut tetap waspada terhadap cuaca yang buruk karena musim utara dan pengaruh badai Comulunimbus di Filipina.

Hal ini setelah pihaknya berkordinasi dengan Badan Metrologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

“Saat ini menurut BMKG ketinggian ombak 1,5 sampai 2 meter di perairan Bintan. Puncak gelombang tinggi akan berlangsung 6 sampai 7 Desember nanti,” jelasnya.

Kepada operator kapal, ia juga memperingatkan tidak memaksakan berlayar apabila cuaca tidak memungkinkan. Pastikan penumpang tidak over kapasitas dan selalu gunakan life jacket.

“Selalu waspada cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” tuturnya.

Sedangkan nelayan yang menggunakan jongkong dan pompong, ia meminta tidak melaut sampai cuaca teduh.

Terakhir ia mengimbau apabila terjadi kecelakaan di laut segera dapat berkomunikasi dengan Satpolair Polres Bintan di nomor yang sudah ditempel di kapal. (met)